Komnas Perempuan: Lokalisasi Tak Berarti Melegalkan

LB Ciputri Hutabarat    •    Jumat, 15 May 2015 17:07 WIB
prostitusi
Komnas Perempuan: Lokalisasi Tak Berarti Melegalkan
Ketua Komnas Perempuan, Azriana (Foto: MTVN/LB Ciputri Hutabarat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana lokalisasi di Ibu Kota mendapat tentangan dari masyarakat, karena dianggap melegalkan praktik prostitusi. Namun, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Azriana mempunyai pendapat berbeda mengenai lokalisasi dan prostitusi.
 
"Lokalisasi itu tak selamanya mempunyai arti melegalkan prostitusi," kata Azriana saat ditemui di Kantor Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2015).
 
Azriana mengakui, prostitusi sulit dihilangkan. Namun, salah satu cara agar mudah dikontrol, perlu dilokalisasi. “Salah satu bentuk pengawasan yang dapat dilakukan pemerintah untuk meminimalisir efek samping prostitusi melalui lokalisasi. Tak ada yang mau melegalkan," ujarnya.
 
Menurutnya, dilarang atau tidak, lokalisasi prostitusi tetap saja menyulitkan pemerintah dan warga. "Kasus prostitusi bayangan, tidak ada tempatnya, tapi terorganisir. Ini lebih menyeramkan dan susah dihilangkan ketimbang yang ada di depan mata," tutupnya.
 
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melokalisasi tempat prostitusi di Ibu Kota. Setiap pekerja seks komersil (PSK) akan diberikan sertifikat khusus. Pemprov DKI akan meminta masukan dari masyarakat untuk melihat dari segi sosial dan ekonominya.


(FZN)