Link Net Bidik Laba Rp713,09 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 15 May 2015 17:08 WIB
emiten
Link Net Bidik Laba Rp713,09 Miliar
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Link Net Tbk (LINK) menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 25 persen sampai dengan 28 persen di tahun ini, atau mencapai kisaran Rp696,37 miliar sampai dengan Rp713,09 miliar.

"Guna meningkatkan laba, perseroan bakal genjot bisnisnya di tahun ini dengan menganggarkan dana capex Rp1 triliun. Dana itu untuk pembelian hardware dan software pengembangan 200 ribu homepass," kata Direktur Link Net Dicky S. Moechtar, ketika ditemui dalam acara public expose perseroan, di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Dana capex pada tahun ini, menurut. Dicky, perusahaan bakal dapatkan dari kas internal. Saat ini dana capex telah disalurkan sebesar Rp274 miliar, di mana dana capex lebih banyak digunakan untuk membeli homepass.

Selain meningkatkan laba bersih, Dicky menegaskan bahwa pertumbuhan pendapatan perseroan di tahun ini juga bisa mencapai 25 persen sampai dengan 28 persen. Sehingga pendapatan yang diraih bisa mencapai Rp2,66 triliun sampai dengan Rp2,73 triliun.

"Dalam mendukung kinerja ini, kami akan fokus di tiga pasar utama, Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kami harap bisa sediakan jaringan kabel optik hingga sebanyak 200 ribu jaringan homepass di tahun ini," urainya.

Hingga kuartal I-2015, Link Net telah meraih laba bersih sebesar Rp145,2 miliar, dengan posisi pendapatan sebesar Rp599,9 miliar. Posisi Ebitda perseroan menjadi Rp345,4 miliar di kuartal I-2015. Pada 2014, Link Net telah meraih kenaikan laba bersih sebesar 54 persen menjadi Rp557,1 miliar di akhir 2014, dari posisi sebesar Rp362,17 miliar di 2013.

"Laba per saham perseroan menjadi Rp183 per saham di tahun lalu, dari posisi sebesar Rp119 per saham," ujar Investor Relations Link Net, Liryawati.

Liryawati menjelaskan, di saat laba bersih perseroan yang mengalami peningkatan, pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan 28,3 persen menjadi Rp2,13 triliun di akhir 2014, dari posisi sebesar Rp1,66 triliun di 2013.

"Kenaikan pendapatan seiring dengan komitmen memperluas jaringan dan memenuhi permintaan jasa internet dan televisi berbayar," ungkap dia.

Selama 2014, jumlah pelanggan internet menjadi 392.134 dan televisi berbayar sebesar 362.643 atau meningkat 17,8 persen dan 19,2 persen, dari posisi di tahun sebelumnya.

Laba usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp837,25 miliar di tahun lalu, dari posisi sebesar Rp593,76 miliar di 2013. Laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp755,90 miliar, atau naik dari posisi sebesar Rp593,76 miliar di akhir 2013.

Posisi Ebitda perseroan menjadi sebesar Rp1,23 triliun di akhir 2014, atau naik 36,6 persen dari posisi di 2013. Hal itu terlihat dalam memaksimalkan efisiensi perseroan sepanjang tahun lalu. Adapun total aset perseroan sepanjang 2014 menjadi Rp3,74 triliun, atau naik 16,14 persen dari total aset sebesar Rp3,22 triliun di akhir 2013.


(ABD)