Tarik Investasi Tiongkok, BKPM Prakarsai Promosi Investasi Terpadu

Angga Bratadharma    •    Jumat, 15 May 2015 17:20 WIB
bkpm
Tarik Investasi Tiongkok, BKPM Prakarsai Promosi Investasi Terpadu
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (MI/ARYA MANGGALA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memrakarsai adanya promosi investasi terpadu dan terintegrasi di Tiongkok, untuk menarik investasi dari negara tersebut, khususnya sektor infrastruktur, 13-14 Mei di Beijing, Tiongkok.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, dalam event promosi terpadu yaitu Market Sounding, Policy Dialogue dan Business Forum dimaksudkan untuk memperkenalkan proyek-proyek infrastruktur skema Kerja Sama Pemerintah dan Swasta (KPS) yang telah siap untuk ditawarkan/ready to offer kepada investor.

"Dan, melaksanakan fungsi BKPM sebagai clearing house agent yaitu fasilitator menyelesaikan hambatan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur," ungkap Franky, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Metrotvnews.com, di Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Kegiatan promosi terpadu ini melibatkan kementrian/lembaga terkait sektor dan pemerintah daerah sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), serta Perwakilan Pemerintah RI di luar negeri untuk mendapatkan masukan tentang karakteristik investor lokal.

Melalui strategi promosi terpadu ini, BKPM mengharapkan keyakinan investor Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Indonesia semakin kuat, sehingga realisasi investasi dari negara tersebut ke Indonesia juga semakin meningkat. Event ini juga merupakan follow up kunjungan Presiden Jokowi ke Tiongkok, akhir Maret lalu.

Franky menambahkan, dalam event promosi terpadu tersebut, BKPM menginformasikan profil proyek-proyek infrastruktur ready to offer secara khusus, serta menjelaskan secara detail tentang tahapan alur pelaksanaan (dari proses tender proyek KPS hingga penandatanganan kontrak) maupun regulasi terkait.

Selain itu, lanjut Franky, investor yang hadir dalam kegiatan tersebut, juga dapat berkonsultasi langsung dengan para PJPK sebagai pihak contracting agency/pemilik proyek, dan memberikan masukan mengenai proyek-proyek yang ditawarkan.

“Kami akan terus berupaya mendorong terciptanya pembangunan proyek-proyek infrastruktur dan menyerukan kepada para pengusaha swasta baik dalam negeri maupun luar negeri untuk memanfaatkan peluang investasi pada proyek-proyek infrastruktur bernilai total lebih dari USD141 miliar dalam lima tahun. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen meningkatkan anggaran infrastruktur sebesar 63 persen tahun ini," pungkas Franky.


(ABD)

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

49 minutes Ago

Setya Novanto mendatangkan tiga saksi ahli di praperadilan mulai dari ahli pidanadari Universit…

BERITA LAINNYA