Myanmar Tak Ada Niat Urus Arus Pengungsi Etnis Rohingya

Fajar Nugraha    •    Jumat, 15 May 2015 17:59 WIB
rohingya
Myanmar Tak Ada Niat Urus Arus Pengungsi Etnis Rohingya
Anak-anak pengungsi Rohingya (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Naypyitaw: Arus pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar, mulai deras mengalir ke Indonesia, Thailand dan Malaysia. Namun pihak Myanmar seperti tidak punya niat untuk mengatasi masalah ini.
 
Seperti diketahui, Pemerintah Myanmar tidak ingin mengaku etnis Rohingya sebagai bagian dari masyarakat mereka.  Bahkan etnis Rohingya mendapatkan diskriminasi dan kekerasan baik dari pemerintah maupun rakyat Myanmar.
 
Wakil Menteri Luar Negeri Myanmar Thant Kyaw mengatakan, Pemerintah Myanmar belum siap membahas pengungsi dari Bangladesh dan Etnis Arakan di Myanmar, dalam kerangka isu Rohingya.
 
"Tidak akan ada artinya membahas isu (Rohingya) karena rakyat dan pemerintah kami tidak menerima mereka," ujar Thant Kyaw, seperti dikutip Voice of America siaran Myanmar, Jumat (15/5/2015).
 
Kyaw mengakui bahwa negara ASEAN mengutarakan keinginan untuk membahas masalah tersebut dalam sebuah diskusi. Diskusi tersebut digagas oleh Thailand dan direncanakan berlangsung akhir bulan mendatang.
 
Kyaw pun menambahkan, pemerintahnya akan memeriksa apakah pengungsi yang keluar dari Myanmar itu adalah warga mereka. Jika mereka bisa memberikan bukti kewarganegaraan Myanmar, maka pemerintahan Presiden Thein Sein akan mempertimbangkan isu ini.
 
Pertanyaan terbesar muncul, bagaimana mungkin para pengungsi ini bisa menunjukkan bukti? Pemerintah Myanmar justru tidak pernah mengakui keberadaan mereka dan etnis Rohingya ini pun diletakan dalam sebuah tempat penampungan yang terkonsentrasi.
 
Sebelumnya pada Minggu 10 Mei 2015 terdapat 582 orang Rohingya yang masuk ke Aceh. Meskipun bukan negara yang meratifikasi perjanjian Konvensi Tentang Pengungsi, namun Indonesia menerima prinsip non-refoulement atau praktik tidak memaksa pengungsi atau pencari suaka untuk kembali ke negara di mana mereka bertanggung jawab untuk sasaran penganiayaan.
 
Sementara pada Jumat (15/5/2015) nelayan menarik dua kapal pengungsi Rohingya, ke Provinsi Aceh. Satu kapal berisi sekitar 700 orang, sementara kapal lainnya berisi 47 orang.
 
Menurut pejabat setempat kepada Reuters, sekitar 794 orang ditemukan di tengah laut. Mereka dibawa ke tepian sekitar pukul 5.00 pagi.
 
Untuk saat ini, para pengungsi itu ditempat di sebuah gudang untuk ditumpang sementara. Polisi mengatakan, kapal yang lebih besar tengah karam dan akan segera tenggelam.



(FJR)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

13 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA