Tes Keperawanan Tak Bisa Ukur Kemampuan Wanita

Surya Perkasa    •    Jumat, 15 May 2015 18:21 WIB
tni
Tes Keperawanan Tak Bisa Ukur Kemampuan Wanita
Ilustrasi. Foto: M Agung Rajasa/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi I DPR Irene Yosiana Roba Puteri mengkritisi berlakunya tes keperawanan calon prajurit TNI dan calon istri prajurit TNI. Keperawanan, menurut Irene, tidak ada hubungannya dengan kemampuan wanita saat bertugas di satuannya.

“Menurut saya, perawan tidak perawan tidak ada kaitannya dengan proyeksi kemampuan fisik, intelegensia, psikologis seseorang dalam memikul tugas kemiliteran,” tegas Irene kepada awak media, Jumat (15/5/2015).

Dia menilai tes yang diperlukan hanya seputar kesehatan fisik, kecerdasan dan psikologis, bukan tes keperawanan. Tes keperawanan, kata dia, tidak ada kaitannya dengan tugas-tugas kemiliteran.

"Watak dasar yang diperlukan. Kewaspadaan, ketelitian, kecepatan, kesetiaan syarat utama aktualisasi sapta marga, sumpah prajurit. Itu hal yang wajib TNI depankan, ketimbang menyoal perawan atau tidak perawan," ujar Politikus PDIP itu.

Kabar tes keperawanan ini mencuat setelah Human Rights Watch (HRW) menerbitkan hasil wawancara terhadap 11 perempuan di rumah sakit militer Bandung, Jakarta dan Surabaya.

Mereka yang menjalankan tes keperawanan mengaku bahwa tes yang dijalaninya itu menyakitkan, memalukan, dan meninggalkan trauma.

Komnas Perempuan pun mengkritik keras tes fisik yang dilakukan kepada wanita calon prajurit TNI dan calon istri prajurit TNI ini. Mereka menilai tes keperawanan yang dilakukan terhadap anggota baru dinilai sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan kepada perempuan.

"Tes keperawanan itu kita anggap masuk dalam kekerasan terhadap perempuan, bisa dikatakan pelecehan karena kita tidak tahu juga seperti apa dilakukan," kata Ketua Komnas Perempuan kepada Metrotvnews.com di Kantor Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2015).


(KRI)