Pertamina Wajib Tanggung Selisih Harga Keekonomian Solar

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 15 May 2015 18:21 WIB
pertamina
Pertamina Wajib Tanggung Selisih Harga Keekonomian Solar
Menteri ESDM Sudirman Said (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) diminta untuk menanggung selisih harga bahan bakar minyak (BBM) solar yang saat ini memiliki harga keekonomian sebesar Rp9.200 per liter, sesuai dengan surat edaran Pertamina kemarin. Sedangkan solar yang sekarang ini dijual di SPBU seharga Rp6.900 per liter.

Pemerintah, dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengimbau Pertamina menanggung selisih harga Rp1.300 tersebut karena Pertamina batal menaikkan harga BBM.

"Kalau untuk subsidi tetap kita tetap gunakan UU ABPN Rp1.000. Jadi, siapa yang akan menanggung, nanti kita akan perhitungkan," kata Sudirman, saat konferensi pers, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Sudirman mengatakan, untuk saat ini selisih tersebut mungkin akan dibebani perusahaan pelat merah tersebut. "Untuk saat ini mungkin akan di bebani Pertamina. Tapi, saya sudah jelaskan sudah ada diskusi bagaimana mekanisme kompensasi ke depan. Saya dukung usaha Pertamina untuk lakukan efisiensi," ujar dia.

Mengenai Pertamina yang berniat menaikkan harga BBM nonsubsidi semalam, Sudirman menganalisa selama ini ada pihak yang menikmati ketidakefisienan yang dilakukan Pertamina. Sehingga, ketika Pertamina merencanakan hal tersebut, wajar saja kalau pihak-pihak tersebut bersuara.

"Karena itu wajar kalau selama ini ada pihak-pihak yang menikmati ketidakefisienan itu dan bereaksi. Dan menurut saya masyarakat tahu usaha ini akan mendapat hambatan, segala macam terjadi, tapi kita konsisten saja, karena ujungnya kita bekerja untuk melayani masyarakat," pungkas Sudirman.


(ABD)