Sampah Sisa Banjir masih Numpuk di Penjaringan

   •    Senin, 28 Jan 2013 03:26 WIB
Sampah Sisa Banjir masih Numpuk di Penjaringan

Antara/Pey Hardi Subiantoro/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Sampah sisa banjir yang melanda Jakarta pada 17 Januari lalu masih terlihat menumpuk di Kecamatan Penjaringan, hingga Minggu (27/1), meskipun Dinas Kebersihan Provinsi telah mengerahkan sebanyak 100 truk pengangkut sampah selama tiga hari terakhir.

Kendati demikian, beberapa ruas jalan yang sebelumnya dipenuhi sampah, seperti Jalan Pluit Raya, telah mulai tampak bersih setelah aparat TNI
bersama sejumlah masyarakat membersihkan jalan tersebut pada Minggu (27/1).

Tumpukan sampah masih terlihat di Kali Bakti, Jalan Gedong Panjang dan di permukiman sekitar Muara Baru. Beberapa warga mengeluhkan bau tidak sedap
yang ditimbulkan oleh kotoran tersebut.

"Air di wilayah ini belum juga kering sampai sekarang sehingga sampah-sampahnya masih sulit dibersihkan. Baru pada hari ini kami mulai
membuangnya dibantu Dinas Kebersihan," kata Sumirah, ibu rumah tangga di Muara Baru yang rumahnya sampai saat ini masih digenangi air setinggi mata
kaki.

Sumirah menuturkan bahwa beberapa mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan untuk menyedot genangan air di permukimannya. Namun, upaya tersebut belum
menunjukkan tanda-tanda keberhasilan karena air dari laut selalu kembali masuk ke rumah-rumah melalui gorong-gorong.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada Minggu pagi saat meninjau Muara Baru mengatakan bahwa pekerjaan Dinas Kebersihan Provinsi akan
dikonsentrasikam di wilayah tersebut dan selama tiga hari terakhir sebanyak 100 truk pengangkut telah dikerahkan setiap harinya di Jakarta Utara.

Selain di Muara Baru, petugas Dinas Kebersihan juga akan dikerahkan di Luar Batang, Penjaringan, dan juga Pluit.

Pernyataan Gubernur itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin. Dia menambahkan keterangan bahwa 5.000 ton sampah telah berhasil dikeruk
dari lokasi banjir Ibu Kota sampai sejauh ini.

Kecamatan Pluit merupakan salah satu daerah yang paling banyak terkena dampak banjir di Jakarta pada tanggal 17 Januari lalu. Di wilayah tersebut,
sekitar 5.000 orang terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam air setelah Waduk Pluit jebol satu hari setelah bencana. (Ant/OL-3)