Kepala BNN: Pecandu Narkoba Sebaiknya Direhabilitasi, Bukan Dipenjara

   •    Sabtu, 16 May 2015 11:32 WIB
narkoba
Kepala BNN: Pecandu Narkoba Sebaiknya Direhabilitasi, Bukan Dipenjara
Kepala BNN Anang Iskanda/ANT/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Narkoba menjadi momok besar di negeri ini. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar bahkan mengakui Indonesia berada dalam kondisi darurat narkoba. Tak selalu soal berapa banyak pengguna narkoba di negeri ini, tapi banyak pula kesalahan dalam menyelidiki dan menyidik penyalahgunaan narkoba.

Anang menegaskan, penyalahguna narkoba sebaiknya direhabilitasi bukan dipenjara seperti yang banyak dilakukan selama ini. Bahkan, ia sudah membicarakan ini bersama pihak Polri, Kejaksaan dan Menkopolhukam terkait ini.

"Ini harus mencegah, senjatanya harus direhabilitasi sesuai Undang-undang. Penyalahguna narkoba hukumnya direhabilitasi. Selama ini yang menjadi darurat adalah penyalahguna itu di penjara," kata kata Anang dalam diskusi Indonesia Darurat Narkoba di Warung Daun, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2015).

Peyalahguna yang dipenjara, tambah Anang, justru menaikkan demand akan barang haram itu. Di penjara, narkoba bisa dengan mudah dibeli dan dikonsumsi. Sedangkan pengedar narkoba, tambah Anang, seharusnya dimiskinkan, jangan hanya dipenjarakan. Pemberantasan itu juga terkait harta kekayaan milik pengedar yang diduga berjumlah fantastis.

"Satu lagi diberantas. Orang-orang mengedarkan, bukan hanya penjara tapi hartanya juga harus diberantas juga. Soalnya itu sama dengan anggaran BNN dua tahun," tambah Anang.(Annisa Ayu A)


(OJE)