Polisi tak Buru-buru Vonis Seseorang Pengedar Narkoba

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 16 May 2015 12:27 WIB
narkoba
Polisi tak Buru-buru Vonis Seseorang Pengedar Narkoba
Diskusi Indonesia Darurat WNrkoba di Kawasan Cikini/MTVN/Annisa Ayu Artanti

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi tak bisa sembarangan memvonis seseorang sebagai pengguna, pengedar narkoba atau hanya kurir narkoba. Menurut Kabag Wassidik Ditres Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Sri Hastuti polisi harus melakukan gelar perkara yang memakan waktu setidaknya enam hari.

"Tapi untuk tindak pidana narkotika maka diatur pada Undang-undang yaitu pasal 76 ayat 1 dan ayat 2 yang menyatakan bahwa 3x24 jam penangkapan ditambah 3x24 jam. Praktis 6 hari (baru bisa menetapkan status seseorang)," kata Sri dalam diskusi Indonesia Darurat Narkoba di Warung Daun Cikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2015).

Setidaknya ada dua tahap yang harus dilakukan sampai seseorang dinyatakan sebagai penyalahguna narkoba, yakni penyelidikan dan penyidikan. Ketika melakukan penyelidikan, jelas Sri, tim-nya harus melaksanakan gelar perkara.  Hal itu terdapat pada UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan UU Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Psikotropika.

"80 persen melakukan penyedlidikan, kemudian 20 persen baru penyidikan," jelas dia.

Menindak orang yang terjerumus narkoba juga berlandaskan UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan KUHP No 8 tahun 81 dengan pelaksanaan pada PP Nomer 27 tahun 1983.

"Oleh karena itu bukti awal pada saat kita melakukan penyelidikan seperti apa tidak semata-mata seseorang penyidik bisa menentukan apa ini sebaga pengedar atau ini sebagi penyalahguna. Kita butuh waktu 3x24 jam dalam penagkapan dan ditambah lagi  3x24 jam dalam surat perintah penangkapan," jelas dia.

Menurut Sri, ini sangat berbeda dengan tindak pidana umum yang maksimal menggunakan waktu 1x24 jam sampai penyidik bisa menyimpulkan apakah suatu kasus dapat ditangangi atau tidak.


(OJE)