Pengamat: Impor Beras Lukai Petani

Antara    •    Sabtu, 16 May 2015 14:11 WIB
beras
Pengamat: Impor Beras Lukai Petani
Ilustrasi impor beras (MI/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Denpasar: Pengamat pertanian Gede Sedana menganggap kebijakan pemerintah soal impor beras sangat melukai hati para petani. Kebijakan impor beras dianggap tidak berpihak kepada para petani di Indonesia.

"Kondisi itu mencerminkan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan swasembada beras yang dicanangkan presiden tampaknya hanya sekadar retorika belaka," kata Gede, yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Denpasar, di Denpasar, Sabtu (16/5/2015).

Menurut dia, hingga saat ini kebijakan pemerintah belum berpihak kepada para petani. Sebab itu, impor beras bertolak belakang dengan semangat revitalisasi pertanian. "Petani sangat dirugikan dengan impor beras karena merusak pasar beras di dalam negeri sekaligus menurunkan pendapatan petani," ujarnya.

Gede Sedana mengingatkan pemerintah bahwa membuka keran impor beras harus dengan perhitungan yang matang dan sedapat mungkin tidak menimbulkan dampak buruk di dalam negeri.

"Bisa saja sangat dimungkinkan terjadinya ketidakbenaran dalam menghitung produksi gabah dan beras dalam negeri, termasuk kebutuhan atau konsumsi penduduk. Ini berarti juga bahwa di Indonesia belum tersedia database perberasan yang memberikan informasi faktual mengenai produksi, produktivitas, dan konsumsi di setiap daerah di Indonesia," jelas Gede

Ia menyadari, dengan tidak tersedianya database tentang persediaan pangan di setiap daerah di Tanah Air dapat memungkinkan terjadi kesalahan perhitungan. "Dengan demikian terjadi kekeliruan terhadap kebijakan yang berpihak pada petani belum dilakukan secara maksimal, akibat kelemahan menyangkut subsidi pupuk, dukungan benih, irigasi, pasar desa, tenaga penyuluh, dan sarana prasarana lain," ujarnya.

Menurutnya, sekarang ini sudah tidak ada wadah kelembagaan dan kebijakan untuk  memenuhi kebutuhan petani dalam memproduksi beras. "Ini menunjukkan bahwa pemerintah lemah dalam hal kebijakan pertanian, meskipun sudah ada wacana revitalisasi pertanian," pungkas Gede Sedana. 


(ABD)

Panitera Jual BAP Miryam Rp2 Juta

Panitera Jual BAP Miryam Rp2 Juta

31 minutes Ago

Anton mengaku menghubungi salah satu panitera, Siswanti, untuk meminta tolong mencarikan BAP mi…

BERITA LAINNYA