5 SD di Yogyakarta Tak Bisa Selenggarakan UN

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 16 May 2015 19:31 WIB
ujian nasional
5 SD di Yogyakarta Tak Bisa Selenggarakan UN
Siswa SD Negeri Kalangan Solo menerbangan balon seusai acara doa bersama untuk menyambut Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/5). Foto: Antara/Maulana Surya

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sebanyak lima sekolah dasar (SD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak bisa menyelenggarakan ujian akhir sekolah bertaraf nasional atau akrab disebut UN. Kelima SD tersebut berada di lingkungan Dinas Pendidikan Dasar, Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul, Totok Sudarto mengatakan kelima SD tersebut tak bisa menyelenggarakan UN karena tergolong baru dan belum memiliki akreditasi.

Lima SD yang tak bisa menyelenggarakan UN antara lain SDIT Anak Baik Islam Krapyak (4 siswa), SD Mutiara Persada (38 siswa), SDIT Ar-Rohmah (25 siswa), SD Unggulan Muhammadiyah Kretek (33 siswa), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Mukhsin II (10 siswa).

"Siswa kelas VI yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut nantinya mengerjakan ujian di sekolah lain yang menggelar UN di kawasan kelompok kerja (Pokja) wilayah setempat," kata Totok kepada Metrotvnews.com, Sabtu (16/5/2015).

Totok menuturkan siswa dari lima SD tersebut mengikuti UN dengan menggabung ke sekolah lain hanya untuk pelaksanaan UN tiga mata pelajaran (mapel), yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan untuk mapel lain yang masuk ujian sekolah akan dilakukan di sekolah masing-masing.

Sementara itu, ada sebanyak 12.107 siswa SD di Kabupaten Bantul yang akan mengikuti UN pada Senin hingga Rabu, 18- 20 Mei ini.

Mereka berasal dari 384 satuan pendidikan, dengan rincian 357 SD dan 27 MI dari 17 kecamatan di Kabupaten Bantul.

"Distribusi soal sudah selesai ke pokja dengan diawasi panitia dan Polsek setempat. Besok pagi sebelum pelaksanaan UN soal baru bisa diambil pihak sekolah," kata dia.
 


(UWA)