D Riang Tanpa Kekangan Orang Tua-nya

Budi Ernanto    •    Sabtu, 16 May 2015 20:16 WIB
penelantaran anak
D Riang Tanpa Kekangan Orang Tua-nya
Anak-anak mengikuti perlombaan menggambar di Sekolah Alternatif untuk Anak Jalanan (SAJA), Sabtu 2 Mei 2015. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan datang secara tiba-tiba dari arah barat rumah perlindungan anak SOS Children’s Villages Indonesia, Cibubur, Jakarta Timur, sembari menggendong seorang anak laki-laki. Anton kemudian membawanya berkeliling pendopo.

Di sana wartawan tengah membuat berita setelah mengikuti jumpa pers yang diselenggarakan KPAI, Divisi Humas Polri, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya. Tidak ada yang sadar bahwa yang digendong Anton itu adalah D, anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya selama sebulan terakhir. D tidak boleh masuk ke rumahnya sendiri dan bahkan sampai tidur di pos satpam komplek perumahan Citra Gran, Cibubur, Bekasi. Untuk urusan makan dan mandi, tetangganya lah yang mengurus.

Sekilas, D nampak riang dan sering tertawa ketika dibawa berkeliling oleh Anton. Ketika diajak untuk menyapa sejumlah wartawan, D juga mau diajak mengobrol. Ia bahkan meminta Anton agar dibawa ke dekat wartawan televisi yang sedang bersiap untuk siaran langsung.

“Mau ke situ, mau ke tante yang itu,” ujar D bersemangat di pendopo rumah perlindungan anak SOS Children’s Villages Indonesia, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2015).

Anton pun menyanggupi permintaan D. Namun, ketika mendekati wartawan yang dimaksud, D justru menutup matanya. Sesekali, ia mau melihat gambar wartawan di layar kamera. Selebihnya, ia banyak menutup kembali matanya. D kemudian juga tidak mau didekati wartawan yang ingin mengobrol dengannya.

“Ketika saya datang ke rumah yang ditempati D, ia langsung datang menghampiri saya dan minta digendong. Saya tidak menawarkan untuk menggendongnya sama sekali. Ia juga sangat semangat untuk keluar dari rumahnya untuk bermain,” jelas Anton.

D sendiri kemudian meminta untuk bertemu lagi dengan tante artis. Menurut salah satu pengurus SOS Children’s Villages Indonesia, yang dimaksud D ialah Desi Ratnasari yang berkunjung pagi hari.

National Director SOS Childres’s Villages Indonesia Hadi Nitihardjo mengatakan apa yang bisa dimaknai dari dekatnya D dengan Anton adalah pertanda bahwa anak berusia delapan tahun itu sangat merindukan kasih sayang seseorang. Karenanya, D saat ini dipastikan bakal hinggap ke siapa pun.

Fenomena tersebut menurut Hadi hanya akan berlangsung sementara saja. Setelah merasa ada seseorang yang ia kenal betul dan bisa memberikan rasa sayang, segelintir saja D akan mau bersikap terbuka. “Sekarang, D dan kedua kakak serta dua adiknya mau berinteraksi dengan siapa pun di rumah perlindungan ini. Kepada yang seumur, ke orang tua, mereka mau berbicara. Awalnya mereka bungkam ketika dibawa ke sini,” terang Hadi.

Namun, sebenarnya tidak seterbuka itu juga lah D dan empat saudarinya. Kelima anak tersebut yang ditampung sementara waktu di rumah dengan tujuh anak lainnya, ternyata tidak ingin kembali ke pelukan orang tuanya, khususnya ke sang ayah. Hadi mengatakan hanya anak terakhir yang bersedia bertemu orang tuanya, terutama sang ibu. Diceritakan Hadi, bahkan figur sang ayah sangat menakutkan di benak kelima anak tersebut.

Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda mengatakan kini kedua orang tua D, yakni U dan N berharap bisa segera direhabilitasi karena rupanya ditemukan narkoba di kediaman mereka yang dikabarkan oleh pemberitaan media baru-baru ini nampak seperti kapal pecah. Setiap ruangan di rumah tersebut nampak banyak barang-barang yang berserakan di lantai.

Ia berharap, jika memang terbukti menggunakan narkoba dan diduga menyebabkan ketidakmampuan dalam mendidik dan mengasuh anak. “Sembari melakukan rehabilitasi dan terbukti juga melakukan pidana, proses hukum karena pidananya itu tetap berjalan. Kami berharap lima anak tersebut bisa kembali lagi ke keluarganya. Kalau terulang kejadian penelantaran anak ini, tidak ada ampun," tegas Erlinda.

Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto mengatakan saat ini kedua orang tua D belum ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus apa pun, baik dugaan tindak pidana narkoba dan juga penelantaran anak. Keduanya masih diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terkait narkoba yang ditemukan. Menurut Heru, hasil tes urine dan tes darah belum muncul sehingga belum bisa dipastikan apakah mereka ada pecandu.

Kemudian, dari sisi dugaan penelantaran anak, Heru mengatakan pihaknya belum menersangkakan U dan N lantaran belum ada hasil analisis dari psikologi keduanya. Belum ada juga keterangan ahli yang menyatakan bahwa D dan keempat saudarinya mendapat perlakuan kasar dari kedua orang tuanya. “Butuh juga penelitian secara mendalam dari anak-anak itu,” kata Heru.
 


(Des)