Warga Cirebon Desak Kejagung Tahan Wakil Bupati

Sobih AW Adnan    •    Sabtu, 16 May 2015 20:50 WIB
korupsidaerah
Warga Cirebon Desak Kejagung Tahan Wakil Bupati
Petugas dari kejaksaan agung menyita beberapa aset Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Sumadi Al Gottas. Nampak seorang petugas memasuki salah satu rumah yang akan disita. Foto: MI/Abdul Jalil Hermawa

Metrotvnews.com, Cirebon: Warga Cirebon mendesak Kejaksaan Agung segera menahan Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi Al Gotas.

Tasiya ditetapkan pada 16 Februari sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dana bantuan sosial APBD Kabupaten Cirebon periode 2009-2012. Namun, hingga kini Kejagung belum juga menahannya.

“Supremasi hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, baik yang terjadi di daerah, provinsi maupun pusat. Tidak boleh ada diskriminasi hukum,” ujar Baequni M Hariri, mengaku perwakilan dari masyarakat pesantren Cirebon, kepada Metrotvnews.com, Sabtu (16/5/2015).

Baequni berharap penahanan segera dilakukan sebelum jabatan wakil bupati Cirebon berakhir. "Apalagi Tasiya saat ini masih beraktivitas di pemkab Cirebon," ujarnya.

Pada 11 Mei lalu Tasiya yang merupakan kader PDI Perjuangan mangkir dari panggilan Kejagung. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony T Spontana mengatakan Kejagung akan segera menjemput paksa.

"Yang bersangkutan kembali tidak hadir. Kemungkinan akan kita jemput paksa," kata Tony.

Dalam kasus ini, penyidik Kejagung telah menetapkan tiga tersangka, yaitu Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi‎, serta dua nama selaku Dewan Pimpinan Cabang (DPC) selaku Koordinator Penyerahan Bansos, yaitu Subekti Sunoto dan Emon Purnomo.

Adapun modus yang digunakan mereka dalam mengambil uang negara, yaitu dengan menyunat dana bansos, merekayasa anggaran, dan menciptakan penerima dana fiktif.

"Atas kasus ini, perhitungan sementara negara dirugikan Rp1,8 miliar, " ujarnya.


(UWA)