Polres Bogor Kota Amankan Tiga Remaja Pembawa Senjata Tajam

Antara    •    Minggu, 17 May 2015 08:57 WIB
Polres Bogor Kota Amankan Tiga Remaja Pembawa Senjata Tajam
Ilustrasi senjata tajam.

Metrotvnews.com, Bogor:  Kepolisian Resor Bogor Kota mengamankan tiga remaja yang kedapatan membawa senjata tajam, dalam operasi gabungan pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

"Tiga orang kedapatan membawa senjata tajam seperti celurit, gergaji berukuran besar dan golok," kata Kepala Bagian Operasi Polres Bogor Kota, Kompol Sahroni, Minggu (17/5/2015) malam.

Kompol Sahroni menyebutkan, senjata tajam yang dibawa oleh tiga remaja tersebut terindikasi akan digunakan untuk tawuran.

Ia mengatakan, operasi gabungan dalam rangka pemeliharaan Kamtibmas di Kota Bogor melibatkan sekitar 105 personel terdiri dari jajaran Polres Bogor Kota, Brimob Satuan II Pelopor Kedung Halang, Satpol PP, DLLAJ, unsur TNI dari Kodim 0606, dan Polmas.

"Operasi gabungan rutin dilakukan setiap malam minggu, tujuannya untuk mengintensifkan pengawasan mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat," kata Sahroni.

Dikatakannya, operasi tersebut bertujuan mencegah adanya aksi balap liar, tawuran, serta tindakan kriminalitas lainnya seperti pencurian kendaraan bermotor, dan minum-minuman keras.

Dalam operasi tersebut petugas menyisir seluruh wilayah Kota Bogor mulai pukul 01.00 WIB sampai 04.00 WIB dini hari. Lokasi yang diprioritaskan merupakan wilayah rawan balap liar dan tawuran seperti di Tajur (Kecamatan Bogor Timur), BNR (Kecamatan Bogor Selatan), Pandu Raya (Kecamatan Bogor Utara), Perumahan Bumi Persada (Tanah Sareal), Jalan Abdullah Bin Nuh (Kecamatan Bogor Barat) dan Kecamatan Bogor Tengah.

Selain mengamankan tiga remaja, dalam operasi tersebut juga diamankan delapan senjata tajam serta delapan motor yang tidak dilengkapi surat-surat resmi.

Menurut Sahroni, ketiga remaja belum diketahui statusnya apakah masih pelajar atau tidak, namun rata-rata masih berusia muda. Mereka yang diamankan tersebut masih dalam proses apakah memenuhi unsur melakukan pelanggaran tindak pidana seperti Undang-Undang Darurat tentang senjata tajam.

"Kalau senjata tajam ini memenuhi unsur pelanggaran pidana, maka mereka bertiga akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," katanya.
(MEL)