Minta Diberikan Wakil Menteri ke Jokowi, Ini Alasan Andrinof

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 17 May 2015 10:05 WIB
bappenas
Minta Diberikan Wakil Menteri ke Jokowi, Ini Alasan Andrinof
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Andrinof A Chaniago. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Metrotvnews.com, Padang: Menteri PPN/Kepala Bappenas menyatakan alasan dirinya meminta diizinkan memiliki wakil menteri pada Presiden Joko Widodo.

Andrinof menerangkan, jabatan sebagai Kepala Bappenas merupakan jabatan yang tinggi dan banyak didatangi oleh lembaga kenegaraan asing. Dengan kata lain, banyak tugas yang harus dilakukan sehingga jika dirinya merasa kerepotan untuk mengurus itu semua.

Dia mencontohnya saat itu pernah Presiden Asian Development Bank (ADB) menunggu dirinya hingga kurang lebih satu jam. Menurut dia, itu tidak etis. Sementara biasanya orang yang ingin bertemu Presiden ADB bisa antre dan hanya dipersilakan bertemu kurang lerbih 5-10 menit.

"Bayangkan kalau saya lagi sidang kabinet atau rapat terbatas, terus bagaimana? Saya juga enggak mau merepotkan. Maka Wamen itu sebetulnya perlu untuk Bappenas," ujarnya ditemui saat meresmikan acara Mandeh Joy Sailing dan Festival Mandeh di Padang, Sabtu, 16 Mei 2015.

Sebenarnya, kata Andrinof, dirinya memberikan dua opsi pada Presiden Jokowi menyoal tentang pendamping dirinya di struktural Bappenas. Pertama, adanya jabatan Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas. Kedua, adanya kewenangan yang diberikan pada Sekretaris Menteri untuk dapat mewaki dirinya jika tidak dapat hadir dalam agenda tertentu.

"Saya ajukan Dua pilihan, kalau enggak dikasih Wamen, kasih kewenangan bagi Sesmen saya untuk mewakili saya kalau saya berhalangan ikut sidang kabinet," ungkapnya.

Lebih jauh, sambung dia, posisi Wakil Menteri memang diperlukan dalam membantunya bekerja.

"Tapi kalau enggak dikasih pun kita sudah siap dengan opsi kedua, minta dikasih pengecualian eselon satu tertinggi kita bisa sewaktu-waktu mewakili," pungkasnya.

Sebelumnya, permintaan Andrinof supaya adanya Wakil Menteri itu diungkapkan oleh Menteru Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di Istana Kepresidenan, Rabu lalu.

"Bappenas ada salah satunya ajukan Wakil Menteri," jelas Yuddy.


(AHL)