Jalur Alternatif Mudik di Tegal Mulai Diperbaiki

Bambang Mujiono    •    Minggu, 17 May 2015 11:37 WIB
mudik lebaran 2015
Jalur Alternatif Mudik di Tegal Mulai Diperbaiki
Pekerja tengah melakukan perbaikan jalan. (Metrotvnews.com-Bambang Mujiono)

Metrotvnews.com, Tegal: Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal bekerja sama dengan pemerintah pusat memperbaiki jalur alternatif yang menghubungkan Pantura Tegal dengan wilayah selatan Pemalang dan Banyumas.

Perbaikan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi setiap musim arus mudik melalui lintas selatan Bumiayu, Brebes dari arah Cirebon dan Brebes menuju kota-kota di wilayah selatan Jawa Tengah.

Perbaikan jalan dilakukan di sepanjang wilayah Bojong, Kabupaten Tegal, hingga perbatasan Gambuhan Pemalang. Perbaikan meliputi penambalan jalan berlubang, pengaspalan dan perataan badan jalan yang bergelombang.

“Perbaikan jalur ini untuk mengantisipasi arus mudik mendatang. Karena pada setiap arus mudik muncul ancaman longsor dan kemacetan di Bumiayu Brebes, khususnya di jembatan Ciregol yang menghubungkan pantura dan wilayah selatan Jawa Tengah. Jalur ini satu-satunya alternatif kalau di area itu macet," ucap Taryadi (30), salah satu pekerja proyek perbaikan jalan Bojong kabupaten Tegal, kepada Metrotvnews.com, Minggu (17/5/2015).

Taryadi menjelaskan, pekerjaan perbaikan jalan yang berada di kaki Gunung Slamet ini ditargetkan selesai sepekan sebelum ramadan mendatang. Saat ini menurutnya, jalur lalu lintas selatan Cirebon-Bumiayu-Brebes sedang dikerjakan sepanjang 8 kilometer. Selanjutnya pengerjaan perbaikan jalan akan dilakukan hingga perbatasan Tegal Pemalang wilayah selatan.

Warga lokal yang bermukim di sepanjang jalur perbaikan menyambut baik perbaikan jalan tersebut. Meski demikian, warga meminta pemerintah melengkapi perbaikan jalan tersebut dengan rambu-rambu penunjuk jalan. Sebeb, selama ini pada setiap musim arus mudik banyak mobil bermuatan besar seperti bus dan truk seringkali tersesat mencari jalur alternatif hingga kawasan tersebut. Hal ini menyebabkan infrastruktur dan kondisi jalan cepat rusak.

“Kalau di jalur utama diperbaiki, tapi tidak dilengkapi rambu penunjuk arah, kendaraan besar tetap nyasar ke perkampungan. Jadi sama juga bohong jalan di jalur lintas alternatif baik, tapi jalan kampungnya rusak karena dilalui kendaraan besar,”ucap Maksum (50), warga Rembun Bojong Kabupaten Tegal.


(MEL)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

12 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA