LBH: Ahok Pecat Retno tanpa Verifikasi

Yogi Bayu Aji    •    Minggu, 17 May 2015 14:12 WIB
pendidikan
LBH: Ahok Pecat Retno tanpa Verifikasi
Mantan Kepala Sekolah SMA 3 Jakarta Retno Listyarti. (Metrotvnews.com--Deny Irwanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Bidang Penanganan Kasus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta M Isnur, mengkritik pencopotan Retno Listyarti dari jabatannya sebagai kepala SMA Negeri 3, Setiabudi, Jakarta Selatan. Dia menilai, hal ini dilakukan tanpa penelusuran mendalam.

"Surat keputusan (SK) pencopotan lahir bukan dengan dasar hukum tapi kebencian. Sebelum ada SK, Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) ada statement pecat Retno, ini ancaman tanpa verifikasi. Jadi SK ini dasarnya kebencian," kata Isnur, di Kantor LBH Jakarta, Minggu (17/5/2015).

Untuk itu, kata Isnur, LBH akan ajukan keberatan tertulis ke Balai Kota Jakarta. Pasalnya, menurut dia, masih banyak masalah lain yang harus dibenahi Ahok dibanding kasus Retno yang dituding keluyuran saat ujian nasional.

"Jam 2 siang (Senin 18 Mei) kita ke Balai Kota lalu ke Ombudsman. Ini maladministrasi. Padahal, ada korupsi UPS di Dinas Pendidikan DKI," tambah dia.

Ahok, sebelumnya, berjanji akan memberikan teguran keras kepada Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta Retno Listyarti. Dia menilai, Retno membuat pelanggaran karena meninggalkan sekolah saat UN berlangsung 14 April lalu.

"Mesti dipecat dari Kepala Sekolah. Dinas akan lakukan, saya instruksikan. Bukan saya yang pecat, dinas yang bisa," kata Ahok, Jumat 17 April silam.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah memecat Retno Listyarti dari jabatannya sebagai kepala SMA Negeri 3 Jakarta. Dia dikembalikan menjadi guru di SMA Negeri 13, Jakarta Utara. 

"Asal usulnya kan guru, sudah berlaku sejak 7 Mei 2015 kemarin," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman, Sabtu 16 Mei kemarin.

Pelantikan serta mutasi kepala sekolah ini dilaksanakan Dinas Pendidikan pada Jumat 8 Mei lalu. Kini posisi Kepala SMA Negeri 3 diduduki oleh Ratna Budiarti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 29.

Arie menjelaskan, pemecatan ini telah melalui berbagai prosedur serta pemeriksaan.  Berdasarkan laporan yang diterima Arie dari Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan, Retno tidak mengambil naskah soal Ujian Nasional di sekolah subrayon sebelum diwawancara televisi swasta di SMA 2 Olimo Jakarta Barat.

"Ya saya kira beginilah, dalam masa ujian sekolah itu kan tanggung jawab penuh penyelenggara sekolah. Pagi-pagi sebelum ujian, kepala sekolah sudah harus mengambil naskah soal ujian di sekolah subrayon, tetapi laporannya beliau tidak mengerjakan itu. Padahal hal seperti ini yang perlu dia perhatikan," kata mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI itu. 

Pemecatan Retno ini, kata Arie, juga merupakan instruksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama."Pak Gubernur instruksikan,'bersihkan sekolah dari kepala sekolah yang belagu, arogan, dan tidak punya rasa tanggung jawab ke sekolahnya'," kata Arie.

Dia berharap, kejadian kepala sekolah keluyuran saat jam ujian nasional tidak terjadi lagi. Kasus Retno, jelas Arie, bisa jadi contoh.


(MEL)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

12 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA