Beri Pesan Kedamaian, Xanana: Kuncinya Tidak Menyebarkan Kebencian

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 18 May 2015 01:02 WIB
Beri Pesan Kedamaian, Xanana: Kuncinya Tidak Menyebarkan Kebencian
Presiden ke-3 BJ Habibie (kedua kanan), Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno (kedua kiri), Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao (kiri). (Foto: Ant/Yudhi M)

Metrotvnews.com, Jakarta: Timor Leste berhasil mengakhiri peperangan dengan Indonesia yang telah berlangsung selama lima tahun Namun, lain sisi perperangan masih terjadi dibeberapa negara, salah satunya Israel dan Palestina.

Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan, kunci perdamaian adalah tidak menyebarkan kebencian. Tanpa kebencian, Indonesia dan Timor Leste bisa menjadi negara tetangga yang bersahabat.

"Anak muda Palestina selalu bikin aksi pada tentara Israel, aksi lempar batu atau aksi lain. Dalam perjuangan ada minta izin pada saya untuk mulai juga seperti itu. Saya bilang tidak, karena akan bangun rasa benci. Kalau ada benci maka tidak akan damai," kata Gusmao, dalam acara Kultum Supermentor ke-6, di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2015).

Ia menilai, sejak usia dini aank harus diajarkan untuk tidak memendam rasa benci. Sehingga, konflik tidak terus terjadi.

Bahkan, Gusmao pun mengaku pernah mengalami peristiwa buruk lantaran ada seseorang yang membencinya. Ketika itu hampir ditembak oleh seseorang tak dikenal, namun, ia tidak membenci tindakan tersebut.

"Dengan kata-kata preman, kita bilang biarkan saja," kata dia.

Menurut dia, jadi pemimpin yang hebat perlu kerja keras dan tidak boleh memikirkan dirinya sendiri. "Kami negara 13 tahun masih baby, lebih baik waktu yang masih ada untuk berpikir, memberi pendapat, lebih baik kita persiapkan generasi baru. Lebih baik bawa generasi baru untuk lihat jangka panjang, punya visi, dan dari visi bisa lihat misinya sendiri supaya bawa bangsa untuk pembangunan yang real," pungkas dia.
(LDS)