Kapuspen TNI Sebut Dokter Tes Kesehatan Calon TNI Wanita Bukan Laki-laki

Aedy azeza ulfi    •    Senin, 18 May 2015 04:58 WIB
tes keperawanan
Kapuspen TNI Sebut Dokter Tes Kesehatan Calon TNI Wanita Bukan Laki-laki
Ilustrasi TNI wanita. (Foto: Ant/ M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berawal dari pengakuan seorang perempuan mantan peserta calon prajurit TNI yang menjalankan sejumlah tes medis. LSM Human Rights Watch mengungkap, adanya tes keperawanan yang wajib dijalani calon militer perempuan tersebut. 

Sontak tes keperawanan bagi calon anggota TNI wanita menjadi perhatian. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Fuad Basya menegaskan, tes keperawanan calon prajurit TNI perempuan bukan dilakukan oleh dokter laki-laki.

"Apakah dengan dokter laki-laki atau bukan, belum dapat dipastikan, karena setahu saya tidak ada tes kesehatan terhadap peserta wanita yang dilakukan oleh dokter laki-laki," ujar Fuad dalam program Primetime News Metro TV, Minggu (17/5/2015) malam.

Menurut Fuad, sumber informasi pengakuan perempuan di video yang beredar di situs berbagi video Youtube ini diragukan kebenarannya. "Yang pertama, saya tidak tahu orangnya siapa (wanita di video), saya juga tak tahu tes dilakukan kapan, dan apakah benar tes dilakukan dengan dokter laki-laki atau bukan, masih disangsikan kebenarannya," paparnya.

Fuad juga menambahkan, jika memang tes kesehatan terhadap calon prajurit TNI dilakukan oleh dokter laki-laki, tak akan menjadi masalah. "Orang yang periksa kandungan pun tak jarang datangi dokter laki-laki, mayoritas dokter kandungan juga laki-laki. Tidak sedikit dokter laki-laki yang memang ahlinya didatangi oleh perempuan," pungkasnya.

Sebelumnya LSM Human Rights Watch, sebuah organisasi nirlaba yang fokus masalah hak asasi manusia mengungkap pengakuan terkait tes keperawanan yang datang dari perempuan mantan peserta tes masuk TNI, dan sejumlah perwira militer wanita.

Dalam pengakuannya itu, dijelaskan bahwa dalam tes keperawanan dokter yang melakukan tes adalah laki-laki.


(LDS)