Pengamat Sarankan Demokrat Andalkan Tokoh Muda dan Sayap Partai

Amaluddin    •    Senin, 18 May 2015 08:29 WIB
partai demokrat
Pengamat Sarankan Demokrat Andalkan Tokoh Muda dan Sayap Partai
Foto: SBY, Sekjen Demokrat Edhie Baskoro, dan Soekarwo memantau persiapan pembukaan Kongres ke-IV Demokrat di Surabaya, Jawa Timur, Senin 11 Mei 2015./Ant_Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Surabaya: Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disarankan mengandalkan kader muda Demokrat untuk memajukan partai. Hal ini disampaikan Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo.

"Pak SBY masih memiliki modal kuat, misalnya memfungsikan kader-kader muda yang ada," kata Suko Widodo, kepada Metrotvnews.com, di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (17/5/2015).

Suko menyebutkan nama kader-kader muda Demokrat yang dinilai mampu meningkatkan elektabilitas dan citra partai. Di antaranya Soekarwo, Sys NS, Ramadhan Pohan, dan Hinca Panjaitan.

"Mereka ini bisa difungsikan dari segi komunikasi. Mungkin, ketua bidang  organisasi kaderisasi dan keanggotan (OKK) baru nantinya bisa dari nama-nama itu, salah satunya Soekarwo. Nah, modal kuat ini harus dimanfaatkan," tutur Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, itu.

Jika tidak, Suko mengaku khawatir Partai Demokrat hanya bergantung terhadap sosok SBY dan tidak berani memunculkan wajah baru di struktur kepemimpinannya. Dia pun menyarankan 'Sindrom SBY' tidak dominan lagi di Demokrat.

"Jangan semua tergantung dan apa kata SBY, karena ini kurang baik untuk kaderisasi partai," katanya.

Suko juga menyarankan kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2015-2020 tidak lupa memanfaatkan organisasi-organisasi sayap partai.

Sejumlah organisasi sayap yang dimiliki PD antara lain Barisan Muda Demokrat, Angkatan Muda Demokrat Indonesia, Angkatan Muda Demokrat, Generasi Muda Demokrat, Kader Muda Demokrat, Komite Nasional Pemuda Demokrat, Insan Muda Demokrat Indonesia, Perempuan Demokrat RI, dan lainnya.

"Apalagi saat ini masyarakat sudah jenuh dengan partai politik, maka organisasi sayap yang harus digerakkan oleh SBY. Kalau mereka tak ikut ditampilkan, maka partai akan tenggelam karena memang selama ini masih kurang berperan," pungkasnya.


(TTD)