UN SD di Ambon Diwarnai Penyegelan 2 Sekolah

Hamdi Jempot    •    Senin, 18 May 2015 09:02 WIB
penyegelan
UN SD di Ambon Diwarnai Penyegelan 2 Sekolah
Foto: Ilustrasi bangunan SD disegel/Ant_Basri Marzuki

Metrotvnews.com, Ambon: Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) diwarnai penyegelan di dua sekolah di Ambon, Maluku, Senin (18/5/2015). Dua SD itu disegel warga lantaran pemerintah setempat belum mengganti rugi tanah tempat sekolah berdiri.

Dua bangunan SD yang disegel itu adalah SD Inpres 50 Ambon dan SD Negeri 64 di kawasan Batu Merah Puncak, Ambon. Pemilik lahan, Josina Maria Souisa mendesak Pemerintah Kota Ambon segera melunasi ganti rugi.

Ada 40 siswa di SD Inpres 50 yang mengikuti UN. Sedangkan di SDN 64 Ambon ada 53 siswa. Meski diwarnai penyegelan sekolah, UN di dua SD yang disegel sejak April 2015 ini tetap berjalan seperti biasa. Siswa dengan tenang mengikuti UN mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Asisten II Sekertaris Kota Ambon, Mohammad Noval Masuku yang membuka sampul UN di dua SD ini mengatakan pelaksanaan UN tetap berjalan lancar. Ia meminta siswa tetap fokus menjawab soal UN hingga selesai dan tidak terpengaruh dengan isu penyegelan. Noval mengaku pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Ambon untuk melunasi ganti rugi lahan.

Secara umum di pelaksanaan UN SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) berlangsung serentak di Provinsi Maluku. Ada 33.904 siswa SD/MI yang mengikuti UN tahun ini dari sejumlah sekolah di 11 Kabupaten/Kota Provinsi Maluku.


(TTD)