Jangan Telantarkan Pengungsi Rohingya

Antara    •    Senin, 18 May 2015 10:03 WIB
rohingya
Jangan Telantarkan Pengungsi Rohingya
Imigran etnis Rohingya dari Bangladesh dan Myanmar terdampar di perairan Aceh, Sabtu 16 Mei 2015. Antara Foto/Syifa

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mendesak pemerintah menangani pengungsi Rohingya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk LSM dan lembaga-lembaga internasional.

"Meski Indonesia belum tanda tangani Konvensi PBB tahun 1951 tentang Pengungsi, bukan berarti pemerintah boleh menelantarkan pengungsi yang terancam jiwanya," kata Mahfudz, Senin (18/5/2015).

Atas nana kemanusiaan, kata Mahfudz, pemerintah harus bisa membantu mencarikan solusi. "Ada tiga hal yg bisa dilakukan," ujarnya.

Pertama, bantuan darurat dengan membantu logistik bagi kapal-kapal pengungsi yang akan memasuki atau mendekati wilayah perairan Indonesia sehingga mereka bisa meneruskan perjalanan ke negara tujuan.

"Dan atau menyiapkan penampungan kepada mereka yang sudah bersandar di wilayah Indonesia seperti yang terjadi di Aceh," terang politikus PKS itu.

Menurut dia, lembaga-lembaga kemanusiaan siap membantu pemerintah menangani ini. Saat ini sejumlah LSM kemanusiaan sudah terjun membantu warga Rohingya di Aceh.

Kedua, pemerintah berkoordinasi dengan badan PBB yang mengurus pengungsi (UNHCR) untuk menangani pengiriman para pengungsi ke negara tujuan.

Ketiga, Indonesia bersama Malaysia dan Thailand harus bicara dan menekan Myanmar untuk menyelesaikan persoalan politik diskriminatif terhadap warga Rohingya yang sudah berdampak kepada kawasan.

Dalam kaitan ini, pejabat pemerintah seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan yang "bertabrakan" dengan prinsip kemanusiaan.

"Indonesia pernah bereaksi keras ketika Pemerintah Australia menghalau kapal pengungsi dari wilayah perairan Australia masuk ke wilayah perairan Indonesia," tegasnya.


(TRK)