Ada Keterlambatan dalam Menangani kasus Orangtua Usir Anak

Githa Farahdina    •    Senin, 18 May 2015 11:58 WIB
penelantaran anak
Ada Keterlambatan dalam Menangani kasus Orangtua Usir Anak
Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan--Metrotvnews.com/Giitha Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan merasa miris dengan kejadian pengusiran anak oleh orangtua. Apalagi, belakangan diketahui sang orangtua adalah pengguna narkoba. Anton berharap tetangga peduli dengan lingkungan sekitar.

"KDRT, perlindungan anak sudah menjadi ranah dan tanggung jawab negara. Ini bisa terjadi atas kepedulian masyarakat. Kami mohon, karena mungkin tidak hanya ini kejadiaannya, masih ada kasus lain yang tidak terungkap. Semoga tidak terulang kembali," jelas Anton saat membuka diskusi di Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2015).

Kasus D menjadi pembelajaran baik. Namun, Polri mengakui ada keterlambatan dalam menangani kasus ini. "Kalau ada kesadaran dan kepedulian tinggi, mungkin tidak sampai satu bulan (D terlantar)," sesal Anton.

Anton mengimbau masyarakat menciptakan suasana rumah yang nyaman bagi anak. Sebab rumah seharusnya menjadi tempat perlindungan, pendidikan, dan kasih sayang.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia mendapat informasi ada kasus penelantaran anak di Cibubur pada Rabu 13 Mei malam. Sekjen KPAI Erlinda mengaku saat itu berada di Padang, Sumatera Barat.

Dia lalu meminta bantuan anggota KPAI lainnya untuk menindaklanjuti informasi itu melalui pesan singkat. Ternyata, pesan singkat Erlinda tidak terkirim. "Saya koordinasi dengan pak RT setempat, pak RT oke Kamis pukul 09.00 kami ke lokasi," kata Erlinda kepada Metrotvnews.com, Jumat 15 Mei.

Sepulangya dari Padang, Kamis 14 Mei, Erlinda berusaha ke lokasi di Perumahan Citra Gran Cibubur. Dia juga koordinasi dengan tim Kementerian Sosial, Dinas Sosial.

Gayung bersambut. Erlinda dengan dukungan penuh dari Kemensos, Dinas Sosial, dan ketua RT setempat berangkat ke rumah pasangan Utomo Pernomo-Nurindria Sari di Perumahan Citra Gran Cluster Nusa II Blok E nomor 37, Cibubur, Pondok Gede, Bekasi. "Kami awalnya hanya ingin berbicara dengan orangtua dari hati ke hati. Kami ingin membuka hati beliau untuk tidak lagi semacam itu. Jadi hanya mediasi saja, tidak ada hal lain," terangnya.


(YDH)

Panitera Jual BAP Miryam Rp2 Juta

Panitera Jual BAP Miryam Rp2 Juta

24 minutes Ago

Anton mengaku menghubungi salah satu panitera, Siswanti, untuk meminta tolong mencarikan BAP mi…

BERITA LAINNYA