Online Shop Menjamur, Jasa Pengiriman Pun Kecipratan Untung

Antara    •    Senin, 18 May 2015 12:09 WIB
logistik
<i>Online Shop</i> Menjamur, Jasa Pengiriman Pun Kecipratan Untung
Ilustrasi. Antara/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Semarang: Asosiasi perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah optimistis dengan pertumbuhan jasa pengiriman barang seiring menjamurnya toko online di setiap daerah.

"Selama ini toko online memberikan kontribusi sebesar 30 persen dari keseluruhan transaksi tahun kemarin yang mencapai Rp800 miliar untuk domestik dan USD15 juta pengiriman ke mancanegara," kata Ketua Asperindo Jateng Tony Winarno di Semarang, Senin (18/5/2015).

Menurut Tony, pada tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan 18 persen dari keseluruhan transaksi tahun lalu. Diharapkan, kontribusi khusus dari toko online bisa meningkat menjadi 40 persen.

Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya terus mengedukasi dan melakukan sosialisasi kepada pelaku toko online di Jawa Tengah untuk lebih banyak menggunakan jasa perusahaan pengiriman barang.

"Kalau Jawa Tengah memang potensinya sangat besar, terutama di Semarang dan Solo. Prestasi yang kami peroleh sangat baik, bahkan target pertumbuhan tahun ini lebih besar dibandingkan dengan target pertumbuhan untuk nasional yang mencapai 15 persen," ujarnya.

Tony mengatakan, anggota Asperindo Jateng banyak dari perusahaan-perusahaan skala besar di antaranya DHL dan Fedex. Bahkan, tidak sedikit dari perusahaan skala besar khusus cabang Jateng yang dalam satu bulannya bisa mencapai omzet hingga Rp10 miliar.

"Ini fenomena, bahkan kami sendiri awalnya tidak menduga. Terutama untuk pengiriman domestik memang terus ada peningkatan yang signifikan," cetusnya.

Diakuinya, selama ini memang tidak pernah ada hambatan terhadap pertumbuhan pengiriman barang untuk domestik. Kondisi tersebut berbeda dengan aktivitas pengiriman barang untuk ekspor maupun impor.

"Kalau untuk ekspor maupun impor selama ini terhambat oleh hari-hari besar, salah satunya Imlek, biasanya volume pengiriman akan turun. Selain itu, hambatan yang cukup besar adalah rupiah yang terdepresiasi oleh dolar AS,"
pungkasnya.


(WID)