Kalbe Farma Tebar Dividen Rp891 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 18 May 2015 13:40 WIB
kalbe farma
Kalbe Farma Tebar Dividen Rp891 Miliar
Kalbe Farma Tebar Dividen Rp891 Miliar. Antara/Audy Alwi

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bakal menebar untung bagi hasil atau dividen tahun buku 2014 kepada pemegang saham sebesar Rp891 miliar, atau setara 43 persen dari perolehan laba bersih Rp2,06 triliun di akhir 2014.

"Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen Rp891 miliar atau setara Rp19 per saham," ucap Direktur sekaligus Sekretaris KLBF, Vidjongtius ketika ditemui usai RUPS Tahunan perseroan di Komplek PT Bintang Toedjoe Pulomas, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Menurut dia, pembagian dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham selambat-lambatnya pada 30 hari setelah pelaksanaan RUPS Tahunan. Meski kondisi pasar cukup menantang, potensi pertumbuhan bisnis perseroan cukup matang.

"Kami akan anggarkan dana belanja modal dari sisa laba bersih perseroan dalam meningkatkan kapasitas," tukas dia.

Untuk ke depan, Vidjongtius menegaskan, perseroan berupaya mempertahankan kebijakan membagikan dividen sebesar 40-50 persen dari perolehan laba bersih. Hal itu bakal dijalankan dengan mempertimbangkan rencana pengembangan dan kebutuhan dana perseroan.

Seperti diberitakn sebelumnya, Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil meraih kinerja laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp2,06 triliun di akhir 2014, atau naik 7,56 persen dari posisi Rp1,92 triliun di 2013. Laba per saham perseroan menjadi Rp44 per saham di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp41 per saham di 2013.

Laba yang meningkat dikarenakan penjualan perseroan naik cukup signifikan menjadi Rp17,37 triliun, dari posisi penjualan sebesar Rp16,00 triliun di 2013. Beban pokok penjualan menjadi Rp8,89 triliun di tahun lalu, atau naik dari posisi Rp8,32 triliun di akhir 2013.

Laba bruto perseroan menjadi Rp8,47 triliun di 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp7,68 triliun di 2013. Laba sebelum pajak menjadi Rp2,76 triliun di tahun lalu, dari posisi sebesar Rp2,57 triliun di 2013.

Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp2,60 triliun di 2014, atau turun dari posisi Rp2,81 triliun di 2013. Sedangkan ekuitas perseroan menjadi Rp9,81 triliun di tahun lalu, atau naik dari posisi Rp8,49 triliun.

Adapun posisi aset sepanjang tahun lalu menjadi Rp12,42 triliun, atau melonjak 9,81 persen dari posisi aset sebesar Rp11,31 triliun di akhir 2013.


(WID)