Ini Alasan Pertamina Pilih Buka Kantor di Negeri Jiran

Annisa ayu artanti    •    Senin, 18 May 2015 15:51 WIB
pertamina
Ini Alasan Pertamina Pilih Buka Kantor di Negeri Jiran
Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro -- FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro membenarkan hari ini telah membuka kantor perwakilan di Malaysia. Pasalnya Pertamina telah mengakuisisi enam blok migas di Murphy.

"Itu memang kantor perwakilan resmi Pertamina karena kita ada enam blok yang kita kerja sama dengan Murphy di Malaysia," ujar Wianda, usai diskusi Diskusi Publik Pengembangan Produk-Produk Pengolahan Pertamina, di Gedung Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur No.1, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Memilih Negeri Jiran menjadi salah satu kantor perwakilan karena dilihat dari potensi sisi keekonomian dan produksinya. "Dari sisi keekonomian dan produksinya kita lihat potensial," kata Wianda.

Lebih lanjut, Wianda mengatakan saat ini dari rata-rata produksi dari enam blok tersebut ada 37.500 barel per hari. Pertamina berharap ada peningkatan, jadi dengan ekspansi tersebut diharapkan akan ada kesempatkan lebih luas.

"Kita harapkan dengan adanya kantor itu kita juga bisa ekspansi tidak hanya di Malaysia namun di lingkup regional. Karena kita sudah punya blok di Irak dan Algeria," pungkas dia.

Sebagai informasi, Pertamina pada November 2013 yang lalu telah resmi mengakuisisi kepemilikan Murphy di enam blok migas. Peresmian kantor perwakilan Pertaminia ini sesuai dengan strategi perusahaan untuk aggressive upstream and profitable downstream. Sebelumnya Pertamina telah sukses mengakuisisi beberapa aset baru di luar negeri, yaitu di Aljazair, Irak, dan Malaysia. Aset-aset tersebut di bawah koordinasi Pertamina International Exploration-Production.

"Pembukaan kantor Pertamina Malaysia Exploration-Production besok akan memberikan sinyal kuat dari Pertamina akan komitmen untuk bekerjasama dengan para mitra dalam upaya melakukan eksplorasi dan produksi migas di wilayah kerja di Malaysia," tutup Wianda.


(AHL)