Usulan Iuran 1,5% Dinilai Cukup Biayai Program Jaminan Pensiun

Eko Nordiansyah    •    Senin, 18 May 2015 16:26 WIB
upah
Usulan Iuran 1,5% Dinilai Cukup Biayai Program Jaminan Pensiun
Ilustrasi. Antara/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktuaris Dayamandiri Dharmakonsilindo, Steven Tanner mengatakan, usulan iuran Jaminan Pensiun (JP) sebesar 1,5 persen dinilai sudah cukup untuk dapat membiayai program itu sendiri. Namun, nantinya secara berkala besaran itu akan meningkat perlahan.

"Usulan iuran JP 1,5 persen sampai 2008 dan akan meningkat sebesar 0,3 persen setiap 3 tahun, di mana iuran sebesar 3 persen akan dicapai pada 2030 dan 4,8 persen pada 2050," ujarnya di Resto Peach Garden, Jalan Garnisun Dalam Nomor 2, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2015).

Skema iuran 1,5 persen dengan peningkatan rendah juga dianggap sangat transparan dan jujur. "Transparan, karena publik dapat memahami bahwa iuran JP memang bervariasi karena dipengaruhi oleh perubahan demografi. Karena publik kita diberitahukan bahwa kalau memang tidak diperlukan iuran yang tinggi, kita tidak harus memaksa mereka membayar iuran secara berlebihan," tuturnya.

Selain sudah mencukupi program JP, besaran iuran yang diusulkan juga menurutnya sudah mengandung margin yang sesuai. Margin ini dimaksudkan untuk memenuhi kesenjangan sampai tajun 2045 karena tidak tersedianya data historis yang dapat diandalkan, namun cukup untuk memenuhi pembayaran manfaat pensiun sampai tahun 2065.

"Diharapkan setelah tahun 2045 sudah dapat diperoleh data dari pengalaman 30 tahun dan dapat diandalkan, antara lain demografi, usia pensiun, rasio ketergantungan usai lanjut, dan usia harapan hidup," cetus dia.

Pembentukan tim aktuaris juga diperlukan untuk terus memantau program JP secara periodik. "Pemantauan secara periodik tentu harus dilakukan, bahkan sejak sekarang. Pemerintah perlu membentuk tim aktuaris antar departemen yang kuat dan solid," pungkasnya.


(WID)