Kehidupan Beragama di Indonesia Paling Toleran se-Dunia

Dimas Prasetyaning    •    Senin, 18 May 2015 17:54 WIB
mpr ads
Kehidupan Beragama di Indonesia Paling Toleran se-Dunia

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus tindak kekerasan bahkan konflik komunal berlatarbelakang agama memang pernah terjadi di Indonesia. Namun untuk praktek hidup toleransi antar umat beragama, Indonesia tetaplah juaranya dibanding negara-negara lain.

"Sangat salah pihak-pihak yang mengatakan Indonesia negara yang intoleran," gugat Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membuka membuka Rakornas Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), di Hotel Twin Plaza, Slipi, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Tidak dapat dibantah bahwa menghormati dan menghargai antar umat beragama di Indonesia telah sangat membudaya. Praktek hidup bertoleransi sudah berlangsung di seluruh pelosok sejak ratusan tahun silam, sebelum Indonesia lahir.

Nilai sudah menjadi karakter murni bangsa Indonesia. Bahkan para pendiri Indonesia  terdiri dari keberagaman mulai dari keberagaman agama, suku, adat istiadat dan bahasa.

"Indonesia adalah negara dengan pemeluk muslim mayoritas tapi di negara ini pula tumbuh bebas dibangun tempat-tempat ibadah agama lain.  Di negara ini pula hari raya agama selain Islam dijadikan hari libur," papar Zul.

Bila masih ada pihak-pihak di dalam negeri yang terus saja mempermasalahkan perbedaan yang ada, Zul menegaskan bahwa isu tersebut sangat ketinggalan jaman. Justru perbedaan dan keberagaman adalah kekayaan yang Tuhan anugerahkan kepada Indonesia.

Para pendiri bangsa kemudian merumuskannya dengan baik dalam slogan Bhineka Tunggal Ika. Slogan itu menjadi bagian dari empat pilar kebangsaan bersama Pancasila, UUD '45 dan NKRI.

"Tantangan berat bangsa adalah pengurangan kemiskinan, pengentasan pengangguran, pendidikan rakyat yang minim.  Semua ini berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ini harus kita pikirkan bersama," tegasnya.
 
Rakornas Kerukunan Umat Beragama ini akan diisi rangkaian diskusi dan telaah serius soal isu intoleransi  dan paham radikalisme. "Intoleransi masih menjadi masalah. Redefenisi intoleran yang masih ramai menunjuk satu elemen masyarakat tertentu," ujar Ketua MUI bidang Kerukunan Umat Beragama, Selamet Effendy Yusuf dalam pidatonya. 

 


(LHE)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA