Jokowi Perintahkan Polisi Tangkap Gembong Pembajakan

Arif Hulwan    •    Senin, 18 May 2015 18:13 WIB
pembajakan musik
Jokowi Perintahkan Polisi Tangkap Gembong Pembajakan
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima dokumen tentang industri musik yang diserahkan musisi Andi Ayunir (kiri) disaksikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (tengah), Senin (18/5/2015). Foto: Andika Wahyu/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Usaha pemberantasan pembajakan musik disebut masih lemah. Alih-alih mengurusi pedagang kaki lima penjual kaset bajakan, Polri diperintahkan untuk memberangus bandar besar pembajak musik Indonesia.

Mesti ada upaya konsisten untuk melawan permintaan terhadap produk bajakan yang terus mengalir. Presiden Joko Widodo mengatakan hal itu saat bicara soal pembajakan musik di depan sejumlah musisi anggota PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik RI), Asosiasasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), Komisi X DPR RI, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2015).

"Jangan yang dikejar-kejar itu pedagang di jalanan, yang kecil-kecil. Pemain besarnya saja kelihatan kok. Siapa? Kelihatan itu. Saya tanya pasti tahu itu. Gebuk saja yang gede langsung," cetus Jokowi.

Ia sangsi jika penegak hukum tak tahu lokasi pembajak itu. Sebab, kata Jokowi, setiap orang tahu dimana lokasi penjualannya. Termasuk yang terbilang penjual besar.

Dari situ, nama produsennya pun bisa diketahui. Begitupula pembajakan daring yang semakin mudah dilakukan. Konsistensi penegakan hukum pun ia tuntut.

"Persoalannya cuma satu, niat atau tidak niat, mau atau tidak mau. Hanya itu saja," ucap dia.

Itikad yang kurang itu ia analogikan ke dalam pemberantasan pencuri ikan di lautan Indonesia. Jokowi menyebut, ia mesti mengeluarkan perintah hingga tiga kali sebelum kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan benar-benar dilakukan. Dirinya enggan menduga adanya oknum aparat yang menyokong pencurian itu akibat sulitnya pelaksanaan perintahnya.

"Tapi kalau enggak bisa diselesaikan, saya akan menduga pasti ada masalah seperti yang diduga tadi, kenapa enggak bisa diselesaikan," sindirinya.


(KRI)