Pertamina Bidik Produksi 70.000 Barel dari Blok Migas Malaysia

Annisa ayu artanti    •    Senin, 18 May 2015 18:47 WIB
pertamina
Pertamina Bidik Produksi 70.000 Barel dari Blok Migas Malaysia
Presdir Pertamina International Exploration-Production Slamet Riadhy (kiri), Wakil Dubes Indonesia untuk Malaysia Hermono (tengah), dan Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam (kanan). FOTO: Dokumentasi Pertamina

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menargetkan produksi 70.000 barel setara minyak pada 2022. Produksi tersebut berasal dari aset yang dikelola anak perusahaannya di Malaysia, Pertamina Malaysia Eksplorasi-Produksi.

Presiden Direktur PIEP Slamet Riadhy mengatakan, dari enam blok migas yang diakuisisi Pertamina dari Murphy, saat ini produksi net to share Pertamina mencapai sekitar 42.000 barel setara minyak (boepd), di mana produksi dalam bentuk minyak mencapai sekitar 24.000 boepd.

"Kami optimistis produksi akan terus meningkat. Pada 2020 hingga 2022, PIEP menargetkan produksi net to share Pertamina dari keenam blok tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 70.000 boepd," tuturnya, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (18/5/2015).

Pertamina telah melakukan tiga kali lifting minyak dari aset Malaysia dengan volume sekitar 300.000 barel hingga 500.000 barel sekali lifting. Minyak tersebut dikirimkan ke kilang minyak Pertamina, seperti Cilacap.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono mengatakan mendukung penuh upaya ekspansi Pertamina ke Malaysia. Bahkan, pihaknya siap memberikan dukungan networking yang diperlukan Pertamina selama menjalankan bisnisnya di Malaysia.

"Kami ucapkan selamat dengan kantor baru Pertamina di Kuala Lumpur. Ini sangat strategis bagi upaya Pertamina sebagai National Oil Company Indonesia untuk dapat perkuat jaringan dan kapasitas sehingga cita-cita melebarkan sayap sebagai World Class National Energy Company dapat tercapai. Kami terbuka apabila Pertamina memerlukan dukungan dari perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia," kata Hermono.


(AHL)