ABM Investama Berencana Akuisisi Pembangkit 100-200 MW

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 18 May 2015 19:37 WIB
abm investama
ABM Investama Berencana Akuisisi Pembangkit 100-200 MW
Ilustrasi -- FOTO: ANTARA/ERIC IRENG

Metrotvnews.com, Jakarta: PT ABM Investama Tbk (ABMM) berencana mengakuisisi pembangkit listrik swasta atau independent power plant (IPP) yang berkapasitas mencapai 100-200 megawatt (MW). Langkah akuisisi ini bakal memakan dana sebesar USD70 juta-USD400 juta.

"Kami ada dua opsi jenis IPP yang bakal diakuisisi yaitu bahan bakar gas dan batu bara. Kita sudah punya pengalaman dan kompetensi di dunia jenis IPP itu. Tapi kita prioritas untuk batu bara," ucap Direktur ABMM Yovie Priadi, ketika ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan perseroan di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Dia menguraikan, harga rata-rata IPP per MW berbahan bakar gas sebesar USD700 ribu-USD900 ribu, sedangkan untuk batu bara lebih tinggi yang mencapai USD1,5 juta-USD2 juta. Metode akuisisi cukup banyak yang dijalankan, tapi harga rata-rata IPP yang ada di pasar harus mencapai range tersebut, baik gas dan batu bara.

"Akuisisi IPP berbeda dengan membangun IPP, sehingga tidak terdapat batasan waktu tuntasnya. Untuk memenuhi kebutuhan akuisisi IPP, kami memiliki beberapa opsi penggalangan dana, di antaranya adalah pinjaman bank, project financing, atau bantuan dari pemegang saham perseroan," ungkapnya.

Perseroan memang memiliki fokus untuk mengembangkan bisnis usahanya di sektor short coal, salah satunya bisnis pembangkit listrik. Lanjut dia, pengembangan bisnis tersebut dilakukan untuk memitigasi fluktuasi harga batu bara di pasar.

Melalui penyeimbangan bisnis long coal (produksi dan kontraktor batu bara) dan short coal (bisnis yang mengonsumsi batu bara) perseroan dapat menyeimbangkan kinerja keuangan di tengah fluktuasi harga batu bara.

"Short coal karakter bisnisnya, jika harga batu bara turun kita untung, seperti bisnis power plant," tutup Yovie.


(AHL)