Ini Kronologis Penetapan LHI Menjadi Tersangka Suap

- 30 Januari 2013 21:44 wib
<p>ilustrasi</p>

ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang anggota DPR berinisial LHI dalam kasus praktik suap daging sapi impor. Berikut ini kronologis penangkapan dan penelusuran dugaan suap tersebut.

Pada Selasa pagi (28/1), KPK mendapat informasi akan adanya serah terima uang terkait suap impor daging sapi di sebuah hotel di Jakarta.

Dari hasil pengintaian, KPK menduga tersangka kasus suap adalah LHI  yang juga anggota Komisi Pertahanan DPR bersama AF diduga menerima suap Rp1 miliar dari pengusaha importir daging berinisial AAE dan JE dari PT Indoguna Utama di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur. 

Uang itu diberikan AAE dan JE melalui AF di kantor PT Indoguna. Usai menerima uang itu, AF meluncur ke sebuah hotel di Jakarta. Di hotel itu, ia bertemu dengan seorang perempuan berinisial M (Maharani). 

"Kemudian pukul 20.00 WIB KPK menangkap AF dan M. Adapun JE dan AAE ditangkap di rumah mereka di kawasan Cakung, Jakarta," kata juru bicara KPK Johan Budi kepada wartawan, Rabu (29/1).

Johan melanjutkan, berdasarkan hasil gelar perkara, KPK menemukan dua alat bukti cukup untuk menetapkan JE, AF, LHI dan AAE sebagai tersangka. AAE dan JE dijerat diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 atau Pasal 13 UU 31/1999 jo Pasal 55 KUHP. 

Adapun AF dan LHI diduga melanggar Pasal 12a atau Pasal 5 ayat 2 serta Pasal 11 UU 31/1999. Komisi antikorupsi juga mencegah empat tersangka itu bepergian ke luar negeri.

Adapun M yang ditangkap sedang bersama AF di sebuah hotel adalah seorang perempuan yang usianya diperkirakan 20 tahunan. M merupakan seorang mahasiswi sebuah universitas swasta di Jakarta Selatan. 

Menurut sumber di KPK, disinyalir ada dugaan gratifikasi seks dalam kasus ini. KPK pun akan mendalami dugaan tersebut. M hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, LHI adalah Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq.(Polycarpus/X-13)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…