Pengamat: Putusan PTUN Hanya Kemenangan Semu Kubu Ical

Damar Iradat    •    Selasa, 19 May 2015 07:04 WIB
dualisme golkar
Pengamat: Putusan PTUN Hanya Kemenangan Semu Kubu Ical
Agung Laksono dan Aburizal Bakrie. (Foto: Antara/Vitalis Yoga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat dari Populi Centre Nico Harjanto menilai, kemenangan Aburizal Bakrie (Ical) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) hanya sesaat. Pasalnya, PTUN hanya mencabut Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly yang menetapkan kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol yang dimenangkan Agung Laksono.

"Memang sekarang kubu Ical berada di atas angin sedikit. Tapi, keputusan PTUN tersebut adalah kemenangan semu karena tidak otomatis mengesahkan kepengurusan Partai Golkar," Nico kepada Metrotvnews.com, Senin (18/5/2015) malam.

"Karena itu, belum tentu kemenangan tersebut akan berdampak pada berbondong-bondongnya pendaftaran calon kepala daerah ke kubu Ical," sambung dia.

Nico memaparkan, dengan keputusan PTUN tadi, sebetulnya Golkar berada dalam posisi yang kian terancam untuk dapat ikut pilkada serentak akhir tahun ini. Pasalnya, kepengurusan Munas Riau, kata Nico, juga sudah invalid dengan adanya Munas Bali dan Jakarta.

"Selain itu, Kemenkumham dan kubu Agung akan mengajukan banding, sehingga putusan pengadilan tersebut bisa saja dimentahkan kembali," beber Nico.

Dia juga melihat peluang kemenangan partai beringin di pilkada serentak 2015 sangat kecil. Hal itu karena mereka masih disibukan dengan proses hukum usai PTUN ini.

"Proses hukum masih panjang dan belum ada gugatan yang membatalkan keputusan Mahkamah Partai Golkar. Kalau kubu Munas Bali ingin mengajukan pendaftaran kepengurusan baru, Kemenkumham bisa tidak menerimanya karena dasarnya yaitu putusan Mahkamah Partai yang masih menjadi dasar sengketa PTUN," kata Nico

"Kalau mau menggunakan dasar keputusan Riau, maka sudah lewat batas waktunya dan invalid, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) mestinya tidak menerima, karena berpotensi menuai gugatan terhadap penyelenggaraan pilkada serentak," pungkas dia.


(OGI)