BNNP Jatim Selidiki Bandar Besar Pengendali Sabu Senilai Rp3 Miliar

Amaluddin    •    Selasa, 19 May 2015 08:44 WIB
narkoba
BNNP Jatim Selidiki Bandar Besar Pengendali Sabu Senilai Rp3 Miliar
Foto: Pemusnahan sabu 2,5 kg senilai Rp3 miliar di kantor BNNP Jawa Timur/MTVN_Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,5 kilogram. Sabu senilai Rp3 miliar itu disita dari tiga tersangka yang hendak menyelundupkan ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Madiun dan Madura, Jawa Timur.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Timur, AKBP Bagijo Hadi Kurnianto mengatakan sabu seberat 1.744,48 gram disita dari tangan tersangka Bajoe Soetjahjo di Perumahan Pondok Citra Eksekutif, Rungkut, Surabaya, pada Kamis (30/4/2015). Sedangkan sabu seberat 562 gram disita dari tersangka Dian Septita Kusumawardhani dan Achmad Yunus, yang ditangkap di area Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Senin (4/5/2015).

"Barang narkotika jenis sabu ini akan kami musnahkan. Barang ini kami sita dari tangan tersangka atas nama Bajoe Soetjahjo pada dua minggu lalu, dan barang bukti yang kedua dari tangan tersangka atas nama Achmad Yunus dan Dian Septita," kata AKBP Bagijo Hadi Kurnianto di Kantor BNNP Jawa Timur, Senin (18/5/2015).

Hadi mengatakan barang bukti sabu itu berasal dari Jakarta yang hendak diselundupkan ke dalam Lapas Madiun dan Lapas Madura. BNNP Jawa Timur akan menyelidiki bandar besar yang mengendalikan peredaran narkotika dari dalam penjara itu.

"Nah, barang haram ini berasal dari Jakarta. BNN beserta Polda Jawa Timur masih terus menyelidiki bandar besar yang mengendalikan peredara narkotika dalam penjara itu," pungkasnya.

Sabu seberat 2,5 kg itu dimusnahkan menggunakan mesin insinerator di halaman kantor BNNP Jawa Timur.


(TTD)

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

50 minutes Ago

Setya Novanto mendatangkan tiga saksi ahli di praperadilan mulai dari ahli pidanadari Universit…

BERITA LAINNYA