Bos BEI tak Pusingkan Target 32 Emiten IPO

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 19 May 2015 12:28 WIB
bei
Bos BEI tak Pusingkan Target 32 Emiten IPO
Bursa Efek Indonesia (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak memusingkan target 32 emiten baru harus melantai di pasar modal di tahun ini, dari raihan empat emiten yang telah mencatatkan saham perdananya di bursa hingga pertengahan Mei 2015.

"Kondisi ekonomi Indonesia yang lambat menjadi salah satu pendorong minimnya perusahaan yang ingin masuk bursa. Kita tetap optimistis bisa capai target. Berapa pun kita terima. Kalau tidak tercapai ya minta maaf. Paling berharap bagus di kuartal III dan IV," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Dia mengakui, ekonomi yang melambat saat ini memiliki titik keseimbangan, di mana ada sisi negatif dan positif. Perlambatan ekonomi seharusnya bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menjalankan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

"Di saat melambat waktu investasi, beres-beres, ada sisi positif. Kita sikapi dengan baik dan yakin apa pun yang terjadi, ekonomi harus berjalan. Untuk ke depan kita melihat masih optimistis pasar saham," jelas dia.

Dengan melihat hanya empat emiten yang baru masuk, Hoesen menegaskan, BEI optimistis akan banyak perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa di kuartal III dan IV, setidaknya setelah semester satu banyak minat perusahaan yang ingin masuk.

"Kita tunggu saja buku Maret, Semester II tahun ini, semoga tercapai target emiten," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis bisa meraih lebih dari 32 perusahaan untuk melantai di bursa pada 2015. Hal tersebut telah menimbang situasi politik dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif di tahun depan.

"Bursa optimistis. Situasi politik dan pertumbuhan ekonomi lebih kondusif berbeda dengan keadaan tahun ini. Pertumbuhan ekonomi lebih tinggi jadi 5,8 persen di tahun depan, dibanding tahun ini hanya 5,1-5,3 persen," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito.

Ito menjelaskan, situasi yang terjadi dari faktor eksternal tidak perlu dikhawatirkan, seperti quantitative easing dan khususnya pasar saham. Dibantu dengan momentum pertumbuhan ekonomi yang baik pada tahun depan, maka diprediksi sentimen positif tetap berpihak pada kondisi pasar saham Indonesia.

"Tidak ada yang megkhawatirkan, kita justru optimistis. Waspada yang harus dijaga pada tahun depan adalah defisit APBN dan defisit transaksi berjalan," tandas Ito.



(ABD)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

2 hours Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA