Akui Kesalahan, Tiga Ekstremis Australia Ingin Pulang Kampung

Willy Haryono    •    Selasa, 19 May 2015 14:22 WIB
terorisme
Akui Kesalahan, Tiga Ekstremis Australia Ingin Pulang Kampung
Tentara Suriah menembakkan artileri ke arah ISIS di kota kuno Palmyra, Suriah, 17 Mei 2015. AFP / STR

Metrotvnews.com, Canberra: Tiga pemuda asal Australia yang bergabung dengan grup ekstremis di Suriah ingin pulang ke kampung halaman. 

Seperti dilansir The Australian, Selasa (19/5/2015), ketiganya dilaporkan sedang bernegosiasi dengan pemerintah Negeri Kanguru agar diizinkan pulang. 

Proses pemulangan terhambat, karena pemerintah Australia cenderung menolak ketiganya yang telah berperang di Timur Tengah. Ketiganya, yang telah berada di Suriah selama lebih kurang dua tahun, terancam dipenjara 10 tahun karena terlibat aktivitas bersama grup teroris yang sudah terdaftar. 

Ketiganya harus dapat meyakinkan pemerintah Australia bahwa mereka kini mengecam grup ekstremis di Suriah.

Salah satu pemuda itu, seorang mantan pekerja kesehatan asal Victoria bernama Abu Ibrahim, masuk ke Suriah melalui Turki beberapa tahun lalu. Kini, dirinya ingin segera pulang dan menemui istri serta anaknya. 

Dia juga ingin mengimbau kaum muda di Australia untuk tidak berperang ke Timur Tengah. Menurut dia, kenyataan perang di Suriah tidak seperti dalam propaganda di internet. 

Pengacara Abu Ibrahim, Rob Stary, mengatakan pemerintah Australia menolak permohonan kepulangan walaupun kliennya telah mengakui kesalahannya untuk pergi ke Suriah.

"Jika pemerintah Australia ingin menerapkan deradikalisasi, maka harus dilakukan di semua level," tutur Stary. 

"Ini termasuk bagi mereka yang mungkin akan dijerat hukum atas perbuatan mereka, tapi kini sudah ikut mengecam grup (ekstremis) tersebut dan ingin kooperatif," sambung dia.



(WIL)