Polisi Belum 'Sentuh' Pengguna Jasa Artis PSK

Deny Irwanto    •    Selasa, 19 May 2015 15:04 WIB
prostitusi artis
Polisi Belum 'Sentuh' Pengguna Jasa Artis PSK
Ilustrasi Mucikari RA alias Obbie--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi belum berencana memeriksa pengguna jasa PSK yang ditawarkan RA. Pemeriksaan sejauh ini baru dilakukan pada tersangka RA dan saksi AA. Perempuan itu ikut dibawa ke kantor polisi bersama RA, beberapa waktu silam.

"Begini, siapa yang kita panggil hanya berkaitan bagaimana memenuhi keterangan-keterangan yang sudah kita dapatkan dari saksi-saksi lain," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru, di Polres Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2015).

Audi menegaskan, saksi akan dipanggil dan dimintai keterangan ketika memang dibutuhkan. Dan, Audi mengatakan, keterangan saksi untuk langkah penyidikan. "Jadi tujuan kita hanya untuk melengkapi berkas, siapa yang kita panggil siapa yang tidak kita panggil. Itu bukan untuk konsumsi publik, tapi semata-mata untuk langkah-langkah penyidikan," tandasnya.

Menjelang akhir pekan ini, polisi akan memanggil salah satu saksi dalam kasus prostitusi kelas atas yang menjerat tersangka RA. Namun, Audie enggan membeberkan siapa saksi yang dimaksud. Dia menyebut, pemeriksaan bukan konsumsi publik.

RA alias Obbie mengaku, kliennya ada yang berprofesi sebagai anggota Dewan. Tapi, kliennya paling banyak berasal dari kalangan pelaku bisnis. RA mengaku tidak tahu detail terkait aktivitas kliennya bersama wanita yang disewanya.

RA alias Obbie diketahui telah menjalankan bisnis haram ini selama dua tahun. Dalam rentang waktu tersebut, ratusan artis dan model telah berhasil RA jajakan kepada pria hidung belang.
 
RA mengatakan, dirinya memiliki 200 koleksi artis dan model yang menjadi pekerja seks komersial (PSK). Namun, belum seluruhnya berhasil RA jajakan.

Langkah RA terhenti, setelah Polres Jakarta Selatan berhasil membongkarnya. Polisi menciduk RA dan artis AA, Jumat malam, 8 Mei. RA dan AA ditangkap di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Jakarta Selatan.

Menurut pengakuan RA, artis atau model yang berada di bawah naungannya akan dilepas dengan harga Rp80 juta hingga Rp200 juta per tiga jam.

Beberapa barang bukti diamankan petugas, seperti uang tunai Rp45 juta, dua pakaian dalam, dan satu unit HP Black berry Q5. Tersangka RA dikenakan pasal 296 dan 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan.


(YDH)

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

2 hours Ago

KPK hari ini memeriksa Chief Business Operation PT Astra Graphia IT Mayus Bangun, Astra Graphia…

BERITA LAINNYA