DJP Optimistis Sunset Policy Bakal Sumbang Penerimaan Pajak Rp200 T

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 19 May 2015 18:49 WIB
sunset policy
DJP Optimistis <i>Sunset Policy</i> Bakal Sumbang Penerimaan Pajak Rp200 T
Gedung Ditjen Pajak. MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah menerapkan sunset policy yang berlaku 1 Mei lalu, dalam rangka mengdorong penerimaan pajak tahun ini yang dipatok Rp1.244,7 triliun ditambah dengan pajak penghasilan (PPh) dari sektor migas menjadi Rp1.294 triliun.

Sunset policy merupakan pemberian fasilitas perpajakan berupa penghapusan sanksi administrasi berupa bunga atas keterlambatan pelunasan kekurangan pembayaran pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 37A Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).

Direktur Jenderal Pajak, Sigit Priadi Pramudito mengatakan potensi pajak yang didapat negara dari kebijakan sunset policy mencapai Rp200 triliun.

"Kurang lebih sekitar Rp200 triliun sampai Rp220 triliun," kata Sigit dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2015).

Dia yakin, dengan melihat pencapaian pada 2008, ketika menerapkan sunset policy perpajakan, tahun ini pajak akan tumbuh 30 persen. Apalagi saat ini DJP menggunakan dua cara yakni voluntary (sukarela) dan mandatory (menggunakan data wajib pajak).

"Potensi yang kami hitung harusnya pajak tumbuh 15-20 persen dengan dua itu. Target kami Rp1.294 triliun masih dalam range, kami optimistis. Kami akan sampai range Rp1.290 triliun-Rp1.300 triliun," ujar dia.

Lebih lanjut, dia menambahkan, tentunya target tersebut akan tercapai dengan adanya kebijakan lain yang diterapkan selain sunset policy, yakni reiventing policy dan juga tax amnesty.

"Tahun 2009 ke atas itu melambat pertumbuhan pajaknya karena anomali masalah kapasitas DJP yang kurang. Sekarang kita perbaiki kapasitas, data juga kita perbaiki," pungkasnya.


(WID)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

4 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA