OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Guru

Antara    •    Selasa, 19 May 2015 19:03 WIB
ojk
OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Guru
OJK (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Palembang: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan literasi keuangan kepada 150 orang guru bidang studi ekonomi SMP dan SMA se-Sumatera Selatan di Palembang. Kegiatan yang dilakukan ini untuk meningkatkan pemahaman kalangan sektor pendidikan mengenai manfaat dan resiko industri ini.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Agus Sugiarto mengatakan, literasi ini diberikan untuk menjalankan fungsi ketiga OJK yakni sebagai pelindung konsumen. "Terkait dengan perlindungan konsumen, ada tindakan pencegahan dan salah satunya dengan memberikan literasi ini," kata Agus, di Palembang, Selasa (19/5/2015).

Ia mengemukakan, guru menjadi target utama OJK pada tahun ini lantaran memiliki pengaruh cukup luas di masyarakat jika dibandingkan profesi lain. Sebelum di Palembang, OJK sudah menggelar acara serupa di Jakarta dan Manado. Sementara tiga kota lain akan menyusul di semester II-2015.

"Jaringan guru ini demikian luas, selain secara pertemanan sesama guru, mereka juga mengajar ratusan siswa yang berganti setiap tahun. Jadi, guru ini sama saja dengan agen literasi keuangan OJK," kata dia.

Menurutnya, pemahaman mengenai jasa keuangan ini mutlak diberikan kepada siswa karena nantinya mereka akan menjadi bagian masyarakat yang terhubung dengan industri keuangan. Para siswa harus diberikan penjelasan mengenai manfaat dan risiko dari berbagai produk jasa keuangan dengan maksud untuk menciptakan finansial inklusi.

"Setelah tahu dan melek jasa keuangan, harapannya masyarakat mau membeli produk (lembaga jasa keuangan) sehingga menumbuhkan industri jasa keuangan karena adanya suatu permintaan," kata dia.

Sementara itu, Kepala OJK Sumsel Patahuddin mengatakan, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan masih rendah, seperti pasar modal 3,7 persen, perbankan 21 persen, dan asuransi 17 persen.

"OJK di Sumsel sejak Januari hingga April sudah menerima pengaduan sekitar 130 dari masyarakat, seperti terkait kredit di lising, perbankan, hingga investasi bodong. Jika literasi keuangan semakin meningkat artinya akan semakin berkurang kejadian-kejadian berkaitan dengan investasi bodong karena sudah banyak yang melek keuangan," pungkas Patahuddin.


(ABD)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA