Risma Akan 'Sulap' Mapolrestabes Surabaya Jadi Museum Aktif

Amaluddin    •    Rabu, 20 May 2015 07:47 WIB
tri rismaharini
Risma Akan 'Sulap' Mapolrestabes Surabaya Jadi Museum Aktif
Foto: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berencana merawat lonceng kuno di Mapolrestabes Surabaya ini untuk ditempatkan di museum aktif yang akan ia bangun/MTVN_Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan 'menyulap' Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya menjadi museum aktif (organik). Namun, dia akan melakukan penelitian sebelum merenovasi gedung kuno tersebut.

"Kita ingin rehab gedung ini. Saya yakin ini bisa dijadikan museum aktif. Tapi akan kita lakukan penelitian terlebih dahulu. Saya akan konsultasi dengan tim cagar budaya. Sebab, warna itu bisa jadi masalah bagi nilai cagar budaya," kata Tri Rismaharini usai mengikuti pemusnahan narkoba di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/5/2015).

Risma mengaku ide itu muncul setelah melihat bangunan Mapolrestabes Surabaya itu banyak menyimpan rekam jejak sejarah kota Surabaya. Gedung bekas penjajah Belanda ini, kata dia, bisa difungsikan menjadi museum organik karena meninggalkan nilai-nilai sejarah.

"Gedung ini bisa difungsikan, karena bangunannya masih bagus. Apalagi kalau kita rehab lagi. Dan nilai-nilai sejarah masih melekat, sehingga saya yakin bisa jadi museum aktif," katanya.

Sebelumnya, Risma juga sudah membangun Museum Surabaya yang bertempat di Gedung Siola, Jalan Tunjungan, Surabaya. Di Museum itu, banyak benda-benda bersejarah terkait pemerintahan Surabaya dari masa ke masa.

Risma sempat diantar berkeliling sudut-sudut bangunan zaman Belanda itu oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah. Dia juga masuk di ruangan yang dulu tempat berkantornya Polisi legenderis Jenderal Pol Hoegeng Imam Santoso pada tahun 1950-an saat bertugas di Surabaya. Kondisi bangunan masih tampak utuh tidak diubah. Hanya beberapa plafon yang dicat karena bocor.

Di sela-sela kunjungannya, Risma juga tertarik melihat lonceng besar peninggalan Belanda yang ada di pos pintu gerbang Polrestabes. "Lonceng kuno ini kalau boleh akan saya bawa ke museum untuk dirawat," ujarnya.

Diketahui, gedung yang kini digunakan Polrestabes Surabaya memang berasal dari peninggalan sejarah, bahkan di gedung ini terdapat sebuah terowongan bawah tanah (deep tunnel). Terowongan itu bisa menuju ke Penjara Kalisosok, Surabaya. Namun terowongan dan penjara itu sudah ditutup dan tidak difungsikan.


(TTD)

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

1 hour Ago

KPK hingga saat ini terus mengusut terkait kasus korupsi pengadaan proyek KTP-el. Sejumlah…

BERITA LAINNYA