Keluarkan Revisi Permendag, RI akan Atur Harga Timah Dunia

Husen Miftahudin    •    Rabu, 20 May 2015 08:08 WIB
timah
Keluarkan Revisi Permendag, RI akan Atur Harga Timah Dunia
Ilustrasi. FOTO: REUTERS

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi V Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady‎ mengatakan selain rugi secara nilai, Indonesia juga ternyata merugi dalam penentuan harga timah internasional. Pasalnya, dengan jumlah ekspor timah yang berkurang, Indonesia tak menjadi pengekspor terbesar, padahal secara potensi, Indonesia merupakan produsen terbesar timah dunia.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 44 Tahun 2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah dan menerbitkan Permendag Nomor 33 Tahun 2015. Dikeluarkannya revisi Permendag ini untuk menjaga Sumber Daya Alam (SDA) yang menipis akibat pertambangan ilegal yang merugikan negara hingga USD720 juta.

"Adanya Permendag ini intinya dapat meningkatkan pengawasan administratif ekspor timah, dari hulu sampai hilir. Sehingga, hal ini dapat memberantas ilegal pertambangan maupun ilegal perdagangan timah," ujar Edy ditemui di kantor Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Selasa 19 Mei 2015.

Edy melanjutkan, saat ini penjualan timah keluar negeri dengan harga yang rendah karena kebanyakan kegiatan ekspor tidak melalui London Metal Exchange (LME). Kondisi tersebut, pastinya membuat kualitas dari timah tersebut di bawah standar dan terjadi pengambilan nilai tambah di negara pengimpor.

"Saya sepaham dan mendukung Permendag ini yang akan menjaga hulu sampai hilir. Ini nantinya harganya kita bisa yang menentukan," tegas dia.

Edy menjelaskan, harga jual timah yang rendah saat ini akibat masih banyaknya kegiatan ekspor timah yang ilegal dengan nilai kerugian mencapai USD720 juta. Ia mengakui, ekspor ilegal timah tersebut ditujukan ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Bahkan, sambung dia, ekspor timah Indonesia ke Singapura hanya tercatat sebesar USD618 miliar. Padahal eskpor timah Indonesia yang sebenarnya ke negara singa tersebut mencapai hingga USD1,2 miliar.

"Kalau kita lost (kehilangan) setiap tahun hingga USD720 juta dari timah saja, artinya sumber daya alam kita akan menghadapi komplain dari industri internasional. Terutama industri hilir yang komplain bahwa kita tidak mengawasi ekspor timah," cetus Edy.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA