Analis: Sikap Politikus PKS Selamatkan Citra

- 01 Februari 2013 23:49 wib
<p><span class=ANTARA/Wahyu Putro

" />

ANTARA/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Semarang: Analis politik Universitas Diponegoro Semarang M. Yulianto menilai sikap elegan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tengah sandungan kasus yang menimpa petingginya, mampu menyelamatkan citra partai politik itu.

"Setidaknya, sikap elegan itu sudah ditunjukkan PKS sejak tersandung kasus video porno. Politisinya yang kepergok menonton video porno saat sidang paripurna, mengundurkan diri dari DPR," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/2).

Citra PKS pun kembali tercoreng dengan dugaan suap daging sapi impor yang menyeret nama Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS. Luthfi pun mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Yulianto, langkah mundur yang dipilih politikus PKS ketika tersangkut kasus menunjukkan sikap "legowo", serta menegaskan bahwa PKS partai modern dan elegan di mata masyarakat dan konstituennya.

"Ini menunjukkan sistem kelembagaan kepartaian yang solid dan baik sudah dibangun PKS, termasuk keputusan Luthfi Hasan Ishaaq untuk mundur dari jabatan Presiden PKS, meski baru ditetapkan tersangka," katanya.

Sistem kepartaian yang solid dan baik dalam tubuh PKS, katanya lagi, ditunjukkan pula dengan proses pergantian pucuk pimpinan partai yang berlangsung relatif singkat, tanpa menimbulkan gejolak berkepanjangan.

Proses pergantian pucuk pimpinan PKS yang cukup lancar dan relatif singkat, menunjukkan sikap partai yang tidak tergantung pada personalisasi figur atau tokoh.

Ditambahkan lagi, sikap Presiden PKS yang baru, Anis Matta, juga memilih mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DPR dan keanggotaannya di DPR RI. "Itu menunjukkan sikap politik elegan."

Yulianto pun menilai, kasus yang menyeret sejumlah politikus PKS, tak banyak berpengaruh terhadap citra partai berlambang bulan sabit dan padi itu di mata konstituennya, termasuk pada Pemilu 2014.

"PKS masih relatif 'settled' dalam membangun konstituennya pada Pemilu 2014 mendatang," kata pengajar FISIP Undip tersebut.

Sikap "gentle", ksatria, dan tanggung jawab di kalangan para politikusnya, tambah Yulianto, sebenarnya memberikan dampak "soft campaign" efektif menjaga kesetiaan konstituen.

Apalagi PKS selama ini dikenal sebagai partai yang memiliki basis konstituen dari kalangan terdidik dan terpelajar.(Ant/RZY)

()

Suryadharma Ali menyebut, ada aspirasi dari bawah yang menghendaki berkoalisi dengan Gerindra.