Ikan Berdarah Panas Pertama Ditemukan

Willy Haryono    •    Rabu, 20 May 2015 11:27 WIB
peristiwa unik
Ikan Berdarah Panas Pertama Ditemukan
Ikan Opah (Lampris guttatus) menjadi ikan pertama di dunia yang dinyatakan berdarah panas oleh ilmuwan. Live Science/ NOAA

Metrotvnews.com, California: Opah atau ikan bulan (moonfish) adalah spesies yang banyak ditemukan di perairan tropis. Ikan ini memiliki ukuran setara ban mobil, dengan bentuk tubuh bulat berwarna jingga keperakan. 

Belakangan, tepatnya pada Mei 2015, ilmuwan menemukan sesuatu yang baru dari opah: ikan tersebut ternyata berdarah panas. Selama ini, sebagian besar ikan di dunia adalah ectotherm, atau membutuhkan energi panas dari lingkungan sekitar untuk tetap hangat. 

Temuan ini membuat opah (Lampris guttatus) menjadi ikan berdarah panas pertama di dunia. Sebagai endotherm, opah dapat meningkatkan suhu tubuhnya sendiri saat menyelam hingga kedalaman 396 meter di lautan tropis di seluruh dunia. 



"Meningkatnya temperatur mempercepat proses fisiologi di dalam tubuh (opah)," ucap kepala studi opah, Nicholas Wegner asal Pusat Sains Keikanan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di La Jolla, California, kepada Live Science, belum lama ini. 

"Hasilnya, otot-ototnya dapat berkontraksi lebih cepat, resolusi temporal matanya meningkat dan kecepatan transmisi neurologinya juga bertambah. Ini membuat bertambahnya kecepatan berenang, pandangan yang lebih baik dan waktu merespon yang lebih cepat.

Wegner menyebut seluruh proses tersebut membuat opah menjadi ikan berkecepatan tinggi yang diuntungkan dalam memburu mangsa berdarah dingin. 

Walau tubuhnya besar, sirip opah yang berwarna merah relati kecil. Sirip-sirip ini, yang dapat bergerak cepat saat berenang, rupanya merupakan organ penting dalam meningkatkan panas tubuh opah. 

"Opan memproduksi sebagian besar panas tubuh dengan terus menggerakkan siripnya untuk berenang," tutur Wegner. 

Kecurigaan ilmuwan terhadap opah bermula dari analisis sampel jaringan siripnya. Menurut studi terbaru yang diterbitkan 14 Mei di jurnal Science, jaringan pembuluh darah opah terbentuk sedemikian rupa sehingga darah yang awalnya dingin berubah menjadi hangat melalui proses bernama counter-current heat exchange di dalam tubuh opah. 



"Proses ini belum pernah diketahui terjadi di sirip ikan manapun," kata Wegner. "Konsep counter-current heat exchange ada di tubuh ikan, jauh sebelum (manusia) mengetahuinya."

Untuk mengonfirmasi sirip-sirip ini dapat menjaga temperatur tubuh, tetap hangat, peneliti menempelkan alat monitor panas tubuh ke beberapa ikan opah. Ikan-ikan itu menghabiskan sebagian waktunya di kedalaman 45 meter di bawah permukaan laut. 

Tidak peduli sedalam apa mereka menyelam, tubuh mereka tetap ada di kisaran 5 derajat Celcius, lebih hangat dari air di sekitarnya. Wegner mengatakan persediaan lemak di sekitar sirip dan otot juga membantu menjaga panas tubuh opah.

"Alam terkadang mengejutkan kita semua dengan strategi unik yang tak terduga. Sangat sulit untuk tetap hangat saat dikelilingi air dingin, tapi ikan opah ternyata dapat mengatasinya," kata Wegner. 



(WIL)