Pemerintah Didesak Bersikap soal Vonis Mati Mantan Presiden Mesir

   •    Rabu, 20 May 2015 11:53 WIB
politik mesir
Pemerintah Didesak Bersikap soal Vonis Mati Mantan Presiden Mesir
Jazuli Juwaini. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengecam keras vonis mati terhadap mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi beserta ratusan pendukungnya. Menurutnya, vonis itu jadi ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan.

"Sangat menyedihkan dunia harus melihat kenyataan demokrasi dan kebebasan dipasung di Negara Mesir. Presiden pertama yang terpilih secara demokratis lalu digulingkan dan kini menghadapi vonis mati bersama ratusan pendukungnya," kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2015).

Jazuli mengatakan vonis mati terhadap Mursi dan pendukungnya adalah tragedi demokrasi paling memilukan sepanjang abad ini. "Hal ini sekaligus menohok rasa kemanusiaan dan hak asasi manusia yang dikampanyekan oleh negara-negara moderen," kata pria asal Banten ini.

Oleh karenanya, Fraksi PKS DPR mendesak Pemerintah dan DPR untuk bersikap menghentikan vonis mati tersebut. Hal itu sebagai sinyal bahwa Indonesia memiliki keprihatinan yang mendalam sekaligus sangat menyayangkan kemunduran demokrasi dan hak asasi manusia di Mesir.  

"Konstitusi kita memberikan amanat untuk turut serta menjaga perdamaian dunia dengan mempromosikan demokrasi bermartabat dan hak asasi manusia. Hal ini juga sejalan dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradab," ungkap Jazuli.

Ketua DPP PKS ini juga mendesak negara-negara lain untuk bersama-sama menekan Mesir atas peristiwa ini dengan memberikan penilaian yang objektif dan tidak standar ganda.

"Negara-negara dunia, terutama negara Barat, tidak boleh lagi menutup mata atas tragedi demokrasi dan hak asasi ini. Jika itu terjadi, semakin nyata bukti standar ganda mereka terhadap demokrasi dan hak asasi manusia. Nyatanya mereka berteriak keras hanya jika kepentingannya terusik, bukan murni atas nama demokrasi dan hak asasi itu sendiri," ujar Jazuli.  

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan di Mesir menjatuhkan vonis mati kepada mantan Presiden Mohamed Mursi. Morsi dianggap bersalah atas tuduhan mata-mata dan kabur dari penjara.
 
Vonis itu dibacakan oleh Hakim Shaaban el-Shami di Kairo, Sabtu 16 Mei hari ini. Namun vonis ini masih belum final.
 
Berdasarkan aturan di Mesir, vonis eksekusi mati baru akan disetujui setelah diajukan kepada mufti di Mesir. Selain Morsi, 20 orang lainnya juga terancam hukuman serupa.
 
Mursi, -presiden terpilih pertama Mesir- dilengserkan dari kekuasaannya pada Juli 2013 lalu. Lengsernya Morsi terjadi setelah protes yang digelar rakyat Mesir. Publik menganggap Morsi memecah belah persatuan.


(KRI)