Demokrat Pertimbangkan Polisikan Sudirman Said

Al Abrar    •    Rabu, 20 May 2015 15:04 WIB
mafia migas
Demokrat Pertimbangkan Polisikan Sudirman Said
Ruhut Sitompul. Foto: Puspa Perwitasari/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat mempertimbangkan untuk mempolisikan Menteri ESDM Sudirman Said. Pernyataan Sudirman soal upaya membubarkan Petral selalu terhenti di meja Presiden terdahulu dianggap sebagai tudingan serius.    

Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyebut Sudirman sudah menghubungi Wakil Ketua Komisi VII DPR yang juga kader Demokrat Mulyadi. Komisi VII adalah mitra kerja Kementerian ESDM.   

"Karena beliau (Sudirman Said) sudah menelepon orang di komisi VII. (Kepada Mulyadi) Beliau mengatakan saya tidak ada omongan seperti itu dan dia sumpah-sumpah kalau enggak ngomong gitu," kata Ruhut di Kompleks Parlemen, Rabu (20/5/2015).

Meski demikian, anggota Komisi III ini tak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum. Tapi itu tergantung SBY. "Kita tunggulah, Bapak kan masih di Korea, tapi saran ini kita sampaikan," ujarnya.

Ruhut mengatakan, SBY menggangap serius tuduhan Sudirman. Usai membaca pernyataan Sudirman di media, SBY langsung menghubungi Boediono dan Sudi Silalahi. Mantan Wapres dan mantan Menteri Sekretaris Negara itu ditanya SBY soal kebenaran pernyataan Sudirman.

"SBY menanggapi serius pernyataan tersebut. Bahkan, ia sempat menggelar pertemuan dengan mantan wakilnya, Boediono dan Sudi Silalahi," pungkasnya.


Foto: Twitter @SBYudhoyono

Dua hari silam, SBY mencak-mencak lewat media sosial. Suami Ani Yudhoyono itu tak terima disebut punya kepentingan sehingga menghambat proses pembubaran Petral.

"Saya amat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang & mendiskreditkan saya, ketika menjadi Presiden dulu," tulis SBY di akun pribadinya, @SBYudhoyono.

SBY menulis lagi, "Tuduhan & fitnah yang disampaikan Menteri ESDM & pihak-pihak tertentu sulit saya terima. Rakyat Indonesia, doakan saya kuat menghadapi."

Wacana pembubaran Petral sudah lama bergulir, tepatnya sejak 2006. Petral dituding sebagai sarang mafia migas. Tapi, baru pada 13 Mei 2015, Petral benar-benar dienyahkan.


(KRI)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

2 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA