Minta Dibebaskan, Bos Sentul City Sebut Suap tak Membahayakan Masyarakat

Meilikhah    •    Rabu, 20 May 2015 15:45 WIB
rachmat yasin
Minta Dibebaskan, Bos Sentul City Sebut Suap tak Membahayakan Masyarakat
Terdakwa Suap sekaligus Bos Sentul City Kwee Cahyadi Kumala (Ant/Akbar Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Terdakwa penyuap mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, Kwee Cahyadi Kumala mengakui kesalahan dan meminta dibebaskan dalam nota pembelaannya. Alasannya, suap yang dia berikan kepada RY melalui Yohan Yhap tidak membahayakan masyarakat.

"Kami mohon kepada yang mulia majelis hakim berkenan menyatakan meskipun perbuatan terdakwa secara formil telah terbukti, akan tetapi karena tidak merupakan bahaya bagi masyarakat, maka perbuatan terdakwa tidak merupakan delik pidana," kata Samsul Huda, penasihat hukum Kwee Cahyadi saat membacakan nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2015).

"Maka demi hukum terdakwa tetap harus tetap dibebaskan atau setidak-tidaknya lepas dari tuntutan hukum," sambung dia.

Padahal, suap yang diberikan Cahyadi ditujukan untuk alih fungsi hutan lindung. Hutan tersebut sudah diincar lama oleh PT Bukit Jonggol Asri, anak perusahaan Sentul City, buat dijadikan kawasan perumahan.

Dalam pledoinya, Cahyadi mengakui ada duit yang diterima RY sebesar Rp3 miliar yang diantarkan Yohan Yhap, kurirnya. Dia juga mengakui, memerintahkan anak buahnya memindahkan sejumlah dokumen dari Menara Sudirman ke Sentul City.

Dalam surat dakwaan terungkap, Cahyadi menyuap Rachmat Yasin sebesar Rp5 miliar. Suap diberikan melalui Yohan Yhap sebanyak tiga kali pemberian. Saat pemberian ketiga, Yohan dicokok KPK bersama Rachmat Yasin. Yohan pun sudah divonis satu tahun enam bulan. Adapun RY divonis lima tahun enam bulan.

Atas pemberian suap kepada Rachmat Yasin itu, Cahyadi dijerat Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001.

Adapun terkait penyidikan, Cahyadi didakwa melakukan upaya menghilangkan barang bukti, merintangi penyidikan, penuntutan, dan persidangan, serta memengaruhi saksi di persidangan. Dia juga disangkakan Pasal 21 UU Pemberantasan Tipikor dalam upaya menghalangi penyidikan dan pengaruhi saksi.

Atas dakwaan dan fakta persidangan, bos Sentul City ini dituntut 6,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair lima bulan kurungan.


(TII)