Ini Bahaya Terlalu Sering Mencuci Bra

   •    Rabu, 20 May 2015 16:36 WIB
gaya
Ini Bahaya Terlalu Sering Mencuci Bra
Mencuci bra tidak boleh terlalu sering. (Foto:Huffingtonpost.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi wanita, memakai bra atau breast holder (BH) tentu tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Meski bra adalah busana dalam yang cukup penting, tapi banyak wanita terkadang tidak mengetahui seberapa sering mereka harus mencuci bra. 

Banyak wanita mencuci bra setiap kali usai dikenakan. Hal ini rupanya keliru. Seorang ahli tekstil mengatakan, selain membuat bra gampang rusak, bra yang dicuci terlalu sering juga dapat membahayakan pemakainya.

"Terlalu sering mencuci bra dapat merusak elastisitas bra sehingga bra tidak dapat menopang payudara dengan baik," kata Lexie Sachs, seorang analisis produk dari Textiles Lab di Good Housekeeping Institute.

Namun, jika Anda terlalu berkeringat, ia menyarankan untuk menunggu sekitar tiga atau empat kali pemakaian, atau sekitar sepuluh hari tergantung aktivitas pemakainya sebelum akhirnya dicuci.

"Agar bra tetap elastis, Anda harus memiliki beberapa bra. Namun memakai bra yang sama dalam dua hari berturut-turut tidak menjadi masalah," kata Sachs.

Sachs juga menjelaskan untuk melepaskan bra di malam hari untuk memulihkan bentuk dan elastisitas semula. Tapi, jika Anda tidak dapat melepas bra dalam waktu delapan hingga dua belas jam, tunggu satu hari untuk tidak mengenakan bra.

Ketika mencuci bra, cucilah dengan tangan. Tetapi, jika Anda memilih mencucinya dengan mesin cuci, pastikan Anda selalu memeriksa label, memilih mesin cuci yang paling halus dan jangan lupa gunakan deterjen lembut.

Sachs juga menyarankan untuk menggunakan kantung jala khusus untuk menghindari bra dari mesin cuci yang berputar. Hindari pengeringan bra yang menggantung karena itu bisa membuat bra menjadi rusak, keringkan bra dalam posisi datar. 

Dan yang terpenting adalah cara penyimpanan bra harus dilakukan dengan baik. Lipat dengan rapih seperti yang terlihat di toko-toko pakaian agar tidak kusut. (Ningtriasih/Dailymail)


(LOV)