Wamenlu AS Akan Minta Myanmar Bertanggungjawab Atas Rohingya

Fajar Nugraha    •    Rabu, 20 May 2015 18:49 WIB
rohingya
Wamenlu AS Akan Minta Myanmar Bertanggungjawab Atas Rohingya
Wamenlu AS Anthony J Blinken (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Anthony J Blinken, mengomentari masalah pengungsi Rohingya. Menurutnya, AS akan meminta Myanmar bertanggungjawab atas pengungsi.

Di mata Blinken, ini adalah regional Asia Tenggara dan pihaknya mendorong negara di wilayah ini untuk mengambil tanggungjawab mereka dan bekerjasama agar mereka bia menemukan akar permasalahan.

"Kami akan berbicara dengan Pemerintah Myanmar tentang Rakhine (tempat Rohingya berada) tentang yang ada di sana dan juga di Bangladesh beberapa imigran juga kemudian bisa kembali jadi warga negara Bangladesh," ujar Wamenlu Blinken, di Pacific Place, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Namun, yang paling penting menjadi perhatian Blinken adalah menjawab krisis kemanusian ini, dengan memberikan bantuan. AS pun mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Indonesia menyelamatkan orang yang ada di laut dan menampung mereka di Indonesia agar bisa selamat.

"Kita akan berbicara dengan Pemerintah Myanmar agar mereka bertanggungjawab penuh terhadap kelompok Rohingya dan memperbaiki kondisi kelompok ini. Agar mereka merasa tidak mereka harus membahayakan diri mencari tempat yang lebih baik atau korban perdagangan manusia," imbuhnya.

"Indonesia sudah menunjukkan kemurahan hati dengan menolong orang-orang (Rohingya) ini dari bahaya yg mereka hadapi laut," menurut Blinken.

Solusi jangka panjang diperlukan untuk mengubah kondisi mereka mengobarkan jiwa mereka dan itu yang akan dibicaraka di Myanmar.

Negeri Paman Sam akan mencoba untuk kerja sama dengan IOM dan jika PBB menunjuk tokoh atau figur sesuai dengan hukum setempat maka AS akan mendukung itu.
 
"Kita akan berusaha menemukan langkah konkret ini karena merupakan beban bagi Indonesia untuk menampung imigran. Orang-orang itu dan kita akan mencari cara agar bisa berbagi beban," tutupnya.

 


(FJR)