Naikkan Harga Pertamax, Pemerintah Jamin Kerugian Pertamina

Husen Miftahudin    •    Rabu, 20 May 2015 19:16 WIB
pertamax
Naikkan Harga Pertamax, Pemerintah Jamin Kerugian Pertamina
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) berencana akan menaikkan harga pertamax dari Rp8.800 per liter menjadi Rp9.600 per liter. Jika direalisasikan, diprediksi perusahaan minyak negara itu mengalami kerugian. Pasalnya, para konsumen akan beralih memilih bahan bakar minyak (BBM) merek lain, mengingat harga yang ditawarkan dengan kualitas yang sama, lebih rendah daripada harga pertamax.

Walaupun begitu, Pertamina telah mendapat jaminan dari pemerintah jika menaikkan harga pertamax. Meskipun tak mendapat keuntungan, Pertamina tetap memberikan harga keekonomian karena mengikuti harga minyak dunia yang melonjak.

"Yang jelas, pemerintah juga tidak akan membiarkan Pertamina rugi terus," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, ditemui dalam The 39 IPA Exhibition and Convention, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/015).

Hingga saat ini, aku Dwi, pihaknya terus menggodok kenaikan harga BBM nonsubsidi ini. Tak hanya itu, Pertamina juga melakukan koordinasi kepada pemerintah untuk menentukan harga pertamax. "Akan kita review, itu posisinya seperti apa. Tidak bisa lihat juga bahwa untung rugi seperti ini. Tapi kita akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah," papar dia.

Dwi mengungkapkan, jika harga pertamax dinaikkan, maka Pertamina harus sudah siap dengan daya saing pertamax terhadap merek yang lain. Dengan begitu pelanggan Pertamina tidak akan beralih kepada perusahaan asing yang menjual kualitas BBM yang hampir sama dengan pertamax.

"Dalam menetapkan harga tidak memikirkan rugi laba, tapi bagaimana daya saing perusahaan dengan pesaing di pasar," tutup Dwi.


(ABD)