Politikus NasDem: Guru Ngaji Harus Bergaji

Surya Perkasa    •    Rabu, 20 May 2015 20:26 WIB
dpr
Politikus NasDem: Guru Ngaji Harus Bergaji
Ilustrasi guru ngaji--Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Penghapusan pos anggaran 57 untuk bantuan sosial menimbulkan keresahan bagi guru agama dan guru ngaji di Pondok Pesantren dan Madrasah. Dengan dihapuskannya anggaran tersebut, guru ngaji terancam tak bergaji.
  
"Pengelola ponpes juga guru di madrasah mengeluhkan dana bantuan sosial juga dana BOS tidak dapat diturunkan, karena pemerintah mengubah aturan pencairannya. Sehingga guru ngaji yang biasanya “bergaji” dari anggaran akun 57, sekarang tidak lagi menerima bantuan," Anggota Komisi VIII DPR Choirul Muna lewat keterangan media yang diteriman Metrotvnews.com, Rabu (20/5/2015),
 
Politikus partai NasDem itu menangkap keresahan pemilik Ponpes dan sekolah Madrasah saat turun ke daerah pemilihan saat reses kemarin. Dia mencontohkan Ponpes Mamba'ul Hisan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah. Terutama untuk ustad-ustad yang mengajar di Ponpes karena selama ini mereka mengajar tanpa dibayar.
 
Akibat penghapusan akun 57 dan diganti menjadi akun 526, pagu anggaran jadi diperuntukkan bagi belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat atau pemda. Akun belanja rutin itu berubah dari uang menjadi barang. Akibatnya, dana untuk bayaran guru agama tidak lagi bisa dicairkan seperti biasa.
 
"Hal ini cukup memberatkan bagi para ustad dan guru. Karena toh bantuan barang seperti makanan atau pakaian biasanya didapat dari bantuan masyarakat sekitar. Sedangkan soal bantuan keuangan adalah hal yang lain," tegas Choirul.
 
"Selama ini, para guru di RA hanya mendapatkan gaji Rp 100.000 rupiah, lho. Sarana dan prasarana penunjang pendidikan juga terbatas. Ini menjadi catatan saya untuk dibahas di Komisi VIII," jelas dia lebih lanjut.
 
Choiruk bersama Komisi VIII DPR akan berusaha memperjuangkan ini. Permasalahan ini harus dibahas dengan Kementerian Agama, sebagai bentuk aspirasi akar rumput yang sangat memberikan dampak. Sebab guru agama adalah sosok pembentuk karakter bangsa.
 
"Bantuan sosial untuk guru madrasah dan guru ngaji tak bergaji, mestinya tetap ada. Kita mengharapkan reses ini dapat menjadi masukan mendasar bagi pemerintah," tegas dia.

Guru Ngaji harus tetap digaji.
(SUR)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

2 hours Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA